Zonaaktual.id, Boalemo – Bupati Boalemo, Rum Pagau menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman digitalisasi sekolah Skul.id bersama Telkomsel untuk satuan pendidikan SD dan SMP se-Kabupaten Boalemo.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (4/2/2026) dan menjadi langkah awal transformasi sistem pendidikan berbasis digital di daerah.
Penandatanganan MoU dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo, Ahman Sharman, S.Pd., M.Pd bersama Manajer Branch Telkomsel Manado, Irwan Qadri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati Rum Pagau menjelaskan bahwa kerja sama digitalisasi sekolah ini merupakan tindak lanjut atas surat Pemerintah Daerah kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.
Ia menyampaikan bahwa dunia pendidikan saat ini telah memasuki era digitalisasi sehingga sistem pembelajaran dan pengawasan perlu menyesuaikan perkembangan zaman.
“Digitalisasi ini penting agar orang tua dapat mengetahui anaknya benar-benar masuk sekolah atau tidak,” ujar Bupati.
Ia mencontohkan bahwa masih terdapat orang tua yang mengira anaknya berada di sekolah, padahal justru berkeliaran di luar lingkungan pendidikan.
“Melalui sistem ini, orang tua bisa memantau kehadiran anaknya secara langsung dan memastikan proses belajar berjalan sebagaimana mestinya,” tegasnya.
Menurutnya, sistem digital tersebut juga memberi kemudahan bagi orang tua dalam memantau perkembangan akademik siswa.
“Orang tua tidak perlu resah karena nilai anak saat ujian dapat dipantau secara langsung melalui sistem,” jelas Rum Pagau.
Ia menambahkan bahwa para guru juga akan terbantu dengan sistem yang lebih tertata dan transparan.
Digitalisasi sekolah, katanya, bukan sekadar mengikuti tren teknologi, tetapi bagian dari upaya meningkatkan mutu layanan pendidikan di Kabupaten Boalemo.
“Saya berharap transformasi ini benar-benar meningkatkan kualitas pendidikan, bukan hanya sekadar simbol perubahan,” ungkapnya.
Bupati juga mengajak seluruh pihak membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif dan inovatif.
“Mari kita bangun pendidikan yang berorientasi pada kemajuan tanpa meninggalkan nilai lokal, karakter, dan kearifan daerah,” tutupnya.








