Zonaaktual.id, Flores Timur – Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Jumat (22/3/2025).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat terkait potensi bahaya sekunder, seperti banjir lahar yang dapat terjadi akibat akumulasi material vulkanik di lereng gunung.
Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi terjadi sekitar pukul 03.45 WITA.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Letusan tersebut disertai dengan semburan abu vulkanik yang mencapai ketinggian lebih dari 1.500 meter di atas puncak gunung.
Sejumlah wilayah di sekitar gunung mengalami hujan abu, termasuk Kecamatan Ile Bura dan Kecamatan Wulanggitang.
Potensi Banjir Lahar dan Dampaknya
BNPB mengingatkan bahwa hujan yang turun di sekitar gunung dapat memicu aliran lahar dingin.
Aliran lahar ini berisiko mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti Sungai Waibohor dan Sungai Wae Apit.
“Kami meminta masyarakat, terutama yang berada di bantaran sungai dan daerah rawan longsor, untuk meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi hujan lebat, sebaiknya segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” ujar Kepala BNPB dalam keterangan resminya.
Langkah Antisipasi Pemerintah dan Evakuasi Warga
Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah bersama BPBD Flores Timur telah menyiapkan posko darurat dan lokasi evakuasi bagi warga yang terdampak erupsi.
Beberapa sekolah di sekitar lereng gunung diliburkan sementara untuk menghindari risiko kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Selain itu, petugas gabungan dari BPBD, TNI, dan Polri telah dikerahkan untuk memantau situasi dan memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan.
Masker juga mulai dibagikan untuk mengurangi dampak buruk abu vulkanik terhadap sistem pernapasan masyarakat.
Hingga saat ini, status Gunung Lewotobi Laki-laki masih dalam pemantauan ketat PVMBG.
Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti arahan resmi dari pihak berwenang dan tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.
Pihak berwenang juga mengingatkan warga untuk menjauhi radius bahaya yang telah ditetapkan dan selalu siap siaga menghadapi kemungkinan erupsi susulan. (*)








