Zonaaktual.id, Boalemo – Pemerintah Kabupaten Boalemo resmi membuka Festival Tumbilotohe 2026 dengan mengusung tema “Historia” sebagai bentuk penguatan nilai sejarah dan pelestarian budaya lokal di tengah arus modernisasi.
Pembukaan festival ditandai dengan prosesi penyalaan lampu tradisional “Tohe Tutu” oleh Bupati Boalemo, Rum Pagau bersama Wakil Bupati Lahmudin Hambali di kawasan Alun-Alun Tilamuta, Senin malam (16/3/2026).
Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya perayaan Tumbilotohe yang merupakan tradisi khas masyarakat Gorontalo menjelang Idul Fitri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Rum Pagau menegaskan bahwa penggunaan “Tohe Tutu” merupakan upaya menghidupkan kembali nilai-nilai keaslian budaya daerah yang mulai tergeser oleh perkembangan zaman.
“Malam ini kita menyalakan Tohe Tutu sebagai simbol cahaya leluhur. Ini adalah bagian dari upaya kita mengembalikan kemurnian tradisi Gorontalo yang sudah ada sejak dulu,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa “Tohe Tutu” merupakan lampu tradisional yang telah digunakan masyarakat Gorontalo sebelum hadirnya lampu berbahan bakar minyak, sehingga memiliki nilai historis yang tinggi.
“Dengan menyalakan Tohe Tutu, kita tidak hanya menghadirkan cahaya, tetapi juga menghidupkan kembali semangat budaya dan sejarah daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati berharap Festival Tumbilotohe tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku UMKM.
“Momentum ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha, terutama penjual kuliner khas seperti Bubur Sada, agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Lahmudin Hambali menambahkan bahwa pelestarian budaya merupakan tanggung jawab bersama, terutama generasi muda.
“Kita ingin generasi muda tetap mengenal dan mencintai budaya daerahnya. Festival seperti ini menjadi sarana edukasi sekaligus pelestarian,” ujarnya.
Kehadiran Bupati dan Wakil Bupati dalam satu panggung juga mencerminkan kekompakan pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan kearifan lokal.
Festival Tumbilotohe tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, serta tokoh masyarakat yang bersama-sama menyaksikan ribuan lampu mulai menyala dan menerangi kawasan Alun-Alun Tilamuta.








