Zonaaktual.id, Boalemo – Bupati Boalemo Rum Pagau menegaskan bahwa pengelolaan zakat aparatur sipil negara sebesar 2,5 persen melalui Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Boalemo memberi dampak strategis terhadap percepatan pembangunan daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan Rum Pagau saat melaksanakan tarawih keliling bersama jajaran pemerintah daerah dan masyarakat di Masjid At-Taqwa, Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Minggu malam.
Menurut Rum Pagau, kebijakan zakat ASN bukan hanya bernilai ibadah dan kepedulian sosial, tetapi juga menjadi kekuatan moral pemerintah daerah dalam membangun kepercayaan dengan pemerintah pusat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menyebut, konsistensi ASN Boalemo dalam menunaikan zakat menjadi salah satu faktor pendukung kuat saat pemerintah daerah melakukan lobi berbagai program strategis di tingkat nasional.
Rum Pagau mengungkapkan, sejumlah program besar berhasil diperjuangkan masuk ke Boalemo, mulai dari pembangunan Sekolah Rakyat, SMA Garuda, pembentukan batalion, gerai koperasi desa, kampung nelayan, hingga bantuan sektor pertanian bernilai miliaran rupiah.
“Ini bukan semata soal uang, tetapi tentang keikhlasan, kebersamaan, dan kepercayaan. Ketika ASN konsisten berzakat, pemerintah pusat melihat keseriusan dan integritas daerah,” ujar Rum Pagau di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan, dana zakat ASN yang sebelumnya hanya terkumpul kurang dari Rp20 juta per bulan kini melonjak signifikan hingga mencapai sekitar Rp400 juta setiap bulan.
Peningkatan tersebut, kata Rum Pagau, mencerminkan tumbuhnya kesadaran sosial ASN sekaligus menjadi instrumen nyata membantu masyarakat kurang mampu di Kabupaten Boalemo.
Bupati menekankan bahwa zakat, infak, dan sedekah bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga jalan keberkahan yang berdampak langsung pada stabilitas sosial dan pembangunan daerah.
Rum Pagau pun mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berbagi sesuai kemampuan, meski hanya dalam nominal kecil, karena jika dilakukan bersama akan menghasilkan manfaat besar.
“Bayangkan jika setiap orang menyisihkan seribu rupiah saja secara rutin, nilainya bisa mencapai ratusan juta bahkan miliaran rupiah setiap bulan untuk membantu sesama,” ungkapnya.
Ia berharap momentum bulan suci Ramadan semakin memperkuat budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan solidaritas antarwarga di Boalemo.
Menurutnya, kekuatan zakat dan sedekah yang dikelola secara transparan dan profesional dapat menjadi solusi konkret dalam mengurangi kemiskinan dan mempercepat pembangunan daerah.
Di akhir sambutan, Rum Pagau menegaskan bahwa keberhasilan Boalemo menarik program nasional tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, ASN, dan masyarakat.
“Zakat ASN adalah senjata sunyi Boalemo. Dari keikhlasan itulah jalan pembangunan terbuka lebih luas,” pungkasnya.








