Zonaaktual.id, Boalemo – UPTD Puskesmas Berlian, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, menggelar mini lokakarya lintas sektor triwulan III tahun 2025.
Kegiatan ini mencakup evaluasi pelaksanaan program kesehatan yang berlangsung sejak bulan Januari hingga Agustus.
Mini lokakarya tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan, mulai dari aparat kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, lembaga pendidikan hingga para kader kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran lintas sektor ini mempertegas pentingnya kebersamaan dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya Puskesmas Berlian dalam memperkuat sinergi lintas sektor di bidang kesehatan.
Dalam sambutannya, Sutriyani Lumula menekankan bahwa koordinasi antara Puskesmas dengan pemerintah desa, kecamatan, sekolah, dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan program kesehatan di tingkat kecamatan.
“Program kesehatan tidak bisa berjalan sendiri. Perlu kolaborasi lintas sektor agar hasilnya maksimal dan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tegas Sutriyani.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Berlian, Novita Kunusa, SKM, menjelaskan kegiatan ini bukan hanya pertemuan rutin, melainkan wadah untuk melihat capaian sekaligus hambatan dari berbagai program kesehatan yang dijalankan sepanjang delapan bulan terakhir.
“Mini lokakarya ini menjadi momen evaluasi bersama. Kita ingin melihat sejauh mana keberhasilan program yang sudah dilakukan dan apa saja yang masih perlu diperbaiki. Semua ini tentu membutuhkan peran serta lintas sektor,” ungkap Novita Kunusa.
Ia menegaskan, keberhasilan program kesehatan tidak hanya bisa dicapai oleh tenaga medis semata, tetapi juga memerlukan sinergi dengan perangkat desa, lembaga pendidikan, tokoh agama, dan masyarakat luas.
Beberapa isu strategis turut menjadi bahasan dalam lokakarya tersebut, di antaranya pencegahan stunting, peningkatan cakupan imunisasi, pengendalian penyakit menular, serta penguatan layanan promotif dan preventif.
Menurut Novita, perhatian khusus juga diberikan pada program kesehatan ibu dan anak, mengingat peranannya yang sangat vital dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.
“Upaya pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan ketika masalah sudah terjadi. Karena itu kami terus mendorong kegiatan promotif dan preventif dengan melibatkan lintas sektor,” jelasnya.
Novita Kunusa menambahkan, capaian yang sudah diperoleh sejak Januari hingga Agustus harus menjadi pijakan untuk merancang langkah strategis berikutnya.
Dengan demikian, target kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Berlian dapat tercapai lebih maksimal.
Dalam kesempatan itu, pihak kecamatan dan pemerintah desa juga memberikan masukan serta dukungan, agar setiap program yang dilaksanakan Puskesmas bisa berjalan sejalan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Mini lokakarya ini sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan kesehatan, termasuk ancaman penyakit menular yang masih perlu diwaspadai bersama.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi ajang penyampaian aspirasi masyarakat melalui pemerintah desa yang hadir, sehingga Puskesmas bisa menyesuaikan program dengan kondisi riil di tengah masyarakat.
Novita berharap, hasil dari mini lokakarya ini dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh semua pihak.
“Dengan adanya komitmen bersama, kami optimis program kesehatan di Paguyaman dapat berjalan lebih baik,” tegasnya.
Melalui mini lokakarya triwulan III tahun 2025 ini, Puskesmas Berlian bersama Dinas Kesehatan Boalemo bertekad terus memperkuat sinergi lintas sektor demi tercapainya tujuan besar, yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Paguyaman secara berkelanjutan.








