Zonaaktual.id, Boalemo – Suasana Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, Boalemo, Minggu (6/4/2025), mendadak ramai dipenuhi gelak tawa dan sorak sorai.
Ratusan warga tumpah ruah dalam kemeriahan Gebyar Ketupat—sebuah perayaan pasca-Lebaran yang penuh warna, digagas oleh para pemuda kreatif dari organisasi Remaja Masjid dan Pemuda Desa (Rema Muda).
Untuk kali kedua, tradisi ini kembali digelar dengan semangat kebersamaan yang lebih besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lomba-lomba khas seperti panjat pinang, tarik tambang, makan kerupuk, tangkap bebek, hingga kupas kelapa sukses menyedot perhatian warga dari berbagai penjuru desa sekitar.
Turut hadir memberi semangat, Penjabat Kepala Desa Piloliyanga, Ramli Muchsin, yang langsung turun ke tengah kerumunan, menyapa warga, dan memberikan dukungan penuh kepada peserta lomba.
Menurut panitia, Sardianto Nganu, antusiasme masyarakat menjadi bahan bakar utama di balik suksesnya acara tahun ini.
“Banyak warga yang minta tradisi ini dihidupkan kembali seperti tahun lalu. Alhamdulillah, berkat kolaborasi dan dukungan para sponsor, semuanya bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya.
Salah satu pendukung utama kegiatan ini adalah Toko A2, UMKM lokal yang tak hanya menyumbang dana, tapi juga menyediakan sound system demi kelancaran acara.
Dikenal sebagai toko serba ada yang melayani kebutuhan air isi ulang, alat tulis, fotokopi hingga bahan bangunan, Toko A2 membuktikan bahwa UMKM pun bisa berperan besar dalam pembangunan sosial di tingkat desa.
Tak hanya A2, sponsor lainnya seperti CV. Berkat Yulani, Azzila Cake, dan Viabeuty Shop juga ikut ambil bagian.
Total doorprize senilai Rp4 juta pun berhasil dikumpulkan dari para sponsor, tokoh masyarakat, dan aparat desa.
“Tanpa dukungan sponsor seperti Toko A2 dan lainnya, acara ini tidak akan semeriah ini. Kami sangat bersyukur,” tambah Sardianto.
Kemeriahan Gebyar Ketupat juga menarik perhatian warga dari luar desa, seperti Rendi Lahay (26) dari Hungayonaa.
“Seru banget! Kami datang karena dengar acara ini ramai. Ternyata benar, lomba tangkap bebeknya gokil! Salut buat panitia dan sponsor, terutama Toko A2 yang selalu aktif dukung kegiatan pemuda,” ujarnya dengan antusias.
Gebyar Ketupat bukan sekadar pesta rakyat. Ia telah menjelma menjadi ajang perekat kebersamaan, simbol kebangkitan tradisi, dan bukti nyata bahwa jika pemuda dan pelaku usaha lokal bergandengan tangan, hal besar bisa terwujud di desa kecil sekalipun.








