Zonaaktual.id, Boalemo — Pasar murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Boalemo melalui Dinas Kumperindag kembali mendapat antusiasme luar biasa dari masyarakat.
Gelaran yang berlangsung di Desa Pangi, Kecamatan Dulupi, Selasa (21/10/2025), menjadi salah satu yang paling ramai sepanjang tahun.
Kegiatan ini dihadiri langsung Wakil Bupati Boalemo Lahmudin Hambali, S.Sos., M.Si, Asisten I Setda Boalemo Ir. Roswita Manto, M.Si, serta Camat Dulupi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran mereka menandai penutupan rangkaian pasar murah tahun 2025.
Dalam kesempatan itu, Lahmudin Hambali mengungkapkan bahwa pasar murah di Desa Pangi menjadi yang paling istimewa.
Dinas Kumperindag menyiapkan 1.500 kupon, jumlah terbesar dibanding kecamatan lain yang rata-rata hanya mendapat 1.000 kupon.
Menurutnya, keputusan memperbanyak kupon adalah bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat.
Desa Pangi dan wilayah sekitarnya dinilai membutuhkan penyangga ekonomi menjelang akhir tahun, terutama di tengah harga komoditi global yang masih belum stabil.
“Kita ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokoknya tanpa terbebani kenaikan harga. Dengan kupon lebih banyak, semakin banyak warga yang terbantu,” ujar Lahmudin di hadapan peserta pasar murah.
Pasar murah ini menyediakan berbagai komoditas dengan harga jauh di bawah pasaran.
Mulai dari beras 5 kilogram seharga Rp25.000, minyak goreng Rp10.000, gula pasir Rp10.000, hingga telur, cabai rawit, bawang merah, dan ayam potong dengan harga yang sama terjangkaunya.
Sejak pagi, antrean panjang warga terlihat memenuhi area pasar murah. Warga yang memegang kupon tampak bersemangat karena bisa mendapatkan kebutuhan penting dengan harga bersubsidi.
Banyak di antaranya bahkan sudah datang sebelum kegiatan dimulai.
Kegiatan berjalan tertib berkat pengawalan pemerintah kecamatan dan panitia Dinas Kumperindag.
Seluruh komoditas terdistribusi baik, dan seluruh kupon habis terbagi dalam waktu singkat.
Dengan berakhirnya pasar murah di Desa Pangi, rangkaian pasar murah tahun 2025 resmi ditutup.
Pemerintah memastikan program serupa akan terus dilanjutkan sebagai bentuk komitmen menjaga stabilitas harga dan membantu kesejahteraan masyarakat Boalemo.








