Zonaaktual.id, Boalemo – Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, S.Sos, M.Si, menegaskan bahwa validasi data anak tidak sekolah adalah pekerjaan penting yang tidak boleh disepelekan.
Hal itu ia sampaikan saat membuka sosialisasi validasi data anak tak sekolah yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo di Hotel Grand Amalia, Kamis (11/9/2025).
Menurut Lahmudin, data yang valid merupakan fondasi dalam merumuskan kebijakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa data akurat, pemerintah akan kesulitan mengambil langkah yang tepat untuk memperbaiki mutu pendidikan.
“Kita bicara program, tapi kalau tidak punya data, maka akan kesulitan,” tegasnya di hadapan para peserta sosialisasi.
Kegiatan tersebut diikuti oleh operator sekolah dan operator desa se-Kabupaten Boalemo.
Kehadiran mereka dianggap sangat strategis karena menjadi garda terdepan dalam mendeteksi anak-anak yang belum mengenyam pendidikan.
Lahmudin menekankan, kolaborasi antaroperator harus berjalan baik. Pasalnya, data yang tidak lengkap atau bahkan salah justru dapat menghambat program yang direncanakan.
Ia mencontohkan, masih banyak anak yang seharusnya terdata tetapi tidak masuk dalam sistem.
Hal semacam ini, kata dia, menjadi masalah serius yang harus segera diatasi.
Lebih lanjut, Lahmudin mengungkapkan bahwa pemerintah pusat maupun daerah sangat menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Itu sebabnya, data valid tentang anak tak sekolah menjadi kunci penting untuk menyusun kebijakan yang berpihak pada masyarakat.
“Data ini sangat dibutuhkan, nantinya juga akan menjadi bahan laporan Dinas Pendidikan kepada Bupati,” ujarnya.
Ia menambahkan, fokus tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang mengutamakan pembangunan SDM serta visi Pemerintah Kabupaten Boalemo dalam memperkuat sektor pendidikan.
Dalam kesempatan itu, Lahmudin juga mengingatkan pentingnya semangat kebersamaan.
Menurutnya, operator sekolah dan desa tidak boleh bekerja sendiri-sendiri, tetapi harus saling menopang agar data benar-benar akurat.
Ia berharap hasil validasi tahun ini bisa menjadi tonggak awal perubahan.
Pemerintah daerah, katanya, akan menindaklanjuti data yang ada dengan program nyata, baik melalui sekolah formal maupun jalur pendidikan nonformal.
“Anak-anak kita punya hak untuk belajar. Jangan sampai karena kelalaian pendataan, ada yang kehilangan kesempatan itu,” tutur Lahmudin.
Tak hanya sekadar validasi, ia menekankan perlunya komitmen tindak lanjut yang serius.
Data yang terkumpul harus diolah, dianalisis, dan dijadikan dasar untuk menyusun langkah-langkah solutif.
Dengan begitu, validasi data anak tak sekolah bukan hanya formalitas, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan generasi Boalemo bisa mengenyam pendidikan dan siap bersaing di masa depan.
Menutup sambutannya, Lahmudin optimistis kerja keras seluruh pihak akan membawa perubahan besar.
Ia menyebut, sinergi antara pemerintah, operator sekolah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan.








