Zonaaktual.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS yang digelar di Rio de Janeiro, Brasil, pada 5–6 Juli 2025.
Pertemuan ini menjadi sorotan dunia karena mempertemukan kekuatan ekonomi besar dari negara-negara berkembang yang kini semakin menunjukkan pengaruhnya dalam geopolitik global.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan visi Indonesia sebagai “jembatan strategis” antara negara-negara Selatan dan kekuatan ekonomi Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan pentingnya kemitraan global yang setara dan berkelanjutan, serta mendorong kerja sama di bidang ketahanan pangan, energi terbarukan, dan transformasi digital.
“Indonesia berkomitmen memperkuat dialog antarnegara selatan dengan semangat kolaborasi, bukan konfrontasi,” ujar Presiden Prabowo dalam pidato utamanya.
Kehadiran Indonesia di forum BRICS, yang sebelumnya hanya terdiri dari Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, menjadi simbol perubahan geopolitik dunia yang semakin terbuka terhadap kekuatan baru dari Asia Tenggara.
Pertemuan tahun ini mengusung tema “Reformasi Tata Dunia yang Inklusif dan Multipolar”, sebagai respons terhadap ketimpangan global dan dominasi institusi keuangan dari negara-negara maju.
Forum ini juga membahas penguatan BRICS Bank dan perluasan keanggotaan bagi negara-negara mitra.
Di sela-sela KTT, Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva dan Perdana Menteri India Narendra Modi, guna membahas peluang kerja sama di sektor perdagangan, pertanian, dan teknologi hijau.
Kehadiran Indonesia di forum internasional ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengukuhkan posisi negara dalam kancah politik dan ekonomi dunia.
Banyak pengamat menilai, Indonesia semakin siap menjadi aktor utama dalam percaturan global. (*)








