Zonaaktual.id – Di tengah rutinitas yang melelahkan, puasa sunah hadir sebagai jalan spiritual untuk menenangkan jiwa dan memperbaiki diri.
Ibadah ini tak hanya membawa manfaat fisik, tetapi juga menjadi sarana penting untuk melatih kesabaran dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ustadz Adi Hidayat, dalam ceramahnya, kerap menekankan betapa besarnya hikmah puasa sunah, terutama puasa Senin dan Kamis.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menukil sabda Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa hari Senin adalah hari kelahiran beliau.
“Rasulullah mengatakan, ‘Ini hari lahir saya, maka saya puasa’. Pesannya ada dua. Yang pertama, setiap hari kelahiran kita harus disyukuri kepada Allah SWT. Dan yang kedua, bentuk syukur itu salah satunya melalui puasa,” ujar Ustadz Adi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus.
Puasa adalah proses pendidikan ruhiyah pendidikan jiwa agar menjadi pribadi yang lebih baik.
“Puasa itu mendidik. Mendidik untuk sabar, mendidik untuk menahan lisan, menjaga emosi, dan menahan diri dari hal yang sia-sia. Maka jarang orang saat berpuasa berbuat buruk, selama niatnya benar-benar untuk ibadah kepada Allah SWT,” terangnya.
Puasa sunah seperti Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan puasa Daud bukan hanya memperkuat hubungan vertikal kepada Sang Khalik, tapi juga memperbaiki akhlak dan kehidupan sosial sehari-hari.
Banyak umat yang merasakan perubahan nyata setelah membiasakan diri dengan puasa sunah.
Ustadz Adi menutup dengan pesan sederhana namun mendalam: “Kalau kita mencintai Allah, maka kita akan mencari alasan untuk selalu dekat dengan-Nya. Dan puasa sunah adalah salah satu cara terbaik.”
Puasa sunah bukan beban, melainkan bentuk cinta dan rasa syukur yang dalam.
Saat dunia sibuk mengejar materi, ibadah ini menjadi ruang untuk merenung, mendidik diri, dan memulihkan makna hidup yang sesungguhnya.








