Zonaaktual.id, Nasional – Demi menciptakan sistem keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel, Sherly Laos menunjukkan komitmen kuat dengan memutuskan untuk belajar dari nol serta meminta pendampingan dari para ahli keuangan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusannya dalam memastikan bahwa pengelolaan anggaran di Maluku Utara berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik.
Kesadaran Akan Pentingnya Transparansi
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sherly Laos mengungkapkan bahwa tantangan dalam pengelolaan keuangan daerah tidak hanya soal administrasi, tetapi juga soal memastikan bahwa setiap anggaran yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Baginya, transparansi keuangan bukan sekadar slogan, tetapi harus diterapkan dengan langkah konkret.
“Saya ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang digunakan benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, saya tidak ragu untuk belajar dari nol dan meminta bimbingan dari pihak yang lebih berpengalaman,” ujar Sherly Laos dalam keterangannya.
Pendampingan dari Ahli Keuangan
Untuk mewujudkan sistem keuangan yang lebih baik, Sherly Laos tidak hanya mengandalkan pemahaman yang sudah ada, tetapi juga aktif mencari pendampingan dari para ahli di bidang keuangan daerah.
Beberapa langkah yang ia tempuh di antaranya adalah:
1. Mengikuti pelatihan dan bimbingan teknis mengenai pengelolaan keuangan daerah yang sesuai dengan standar regulasi.
2. Berkoordinasi dengan lembaga terkait, seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), untuk mendapatkan arahan dalam pengelolaan anggaran.
3. Meningkatkan keterbukaan informasi, dengan mendorong penggunaan teknologi dalam sistem pelaporan keuangan agar lebih mudah diakses dan diawasi.
Dukungan dan Apresiasi dari Berbagai Pihak
Langkah yang diambil Sherly Laos mendapat apresiasi dari berbagai pihak, terutama mereka yang selama ini mengadvokasi transparansi dan akuntabilitas di pemerintahan.
Mereka menilai bahwa kesediaan untuk belajar dan meminta pendampingan merupakan tanda kepemimpinan yang bertanggung jawab.
“Ini contoh yang baik bagi pejabat publik lainnya. Ketika ada kesadaran untuk terus belajar dan meminta pendampingan, maka pengelolaan anggaran akan lebih terarah dan minim penyimpangan,” ujar Bahrid Adam seorang pengamat kebijakan publik.
Dengan komitmennya ini, Sherly Laos berharap sistem keuangan di Maluku Utara dapat menjadi lebih transparan, efektif, dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat.
Ia juga bertekad untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar bisa mengawasi pengelolaan keuangan daerah dengan lebih baik.








