ERAPENA.COM- Abdul Gawi Djafar atau lebih dikenal Ami Gawi, mengaku prihatin dengan gaji guru di kabupaten Boalemo, yang hanya dibayarkan 100 ribu perbulan.
Pasalnya, pembayaran gaji 100 ribu perbulan, kepada guru non database yang berada di sekolah swasta.
Hal itu di sampaikan kepada awak media, Jumat 7 Juni 2024.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya belum tahu jelas bagaimana kebijakan yang diambil oleh Pemerintah, tapi yang jelas saya merasa prihatin,” ucap Ami Gawi.
Menurut Ketua Komisaris Daerah (Komda) Al khairat kabupaten Boalemo, sungguh tidak layak bila mereka hanya mendapatkan gaji yang jauh dari kebutuhan sehari-harinya.
“Pemerintah daerah baik eksekutif maupun legislatif lebih memperhatikan lagi nasib guru honorer, dimana uang tersebut jelas tidak mungkin dapat menutupi kebutuhan keluarganya,” tuturnya.
Ketua Komda Al-Khairaat mengatakan, guru adalah pahlawan yang luar biasa, tetap ikhlas mengabdi, mendedikasikan diri, mendidik anak-anak masyarakat demi mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Ini semua menurut saya tergantung niat, Pemerintah Daerah ada niat maupun DPRD ada niat, sehingga pendidikan di Boalemo berkembang lagi,” ujarnya.
Dikhawatirkan ketua Komda Ami Gawi, dengan persoalan tersebut, jangan sampai, pendidikan yang ada di kabupaten Boalemo akan menurun.
“Tapi belum tahu ya, apakah ini kebijakan pusat atau pemerintah daerah,” ungkapnya.
Dirinya, berharap pemerintah daerah agar betul-betul mengembangkan dunia pendidikan.
“Bagaimana pendidikan bisa berkembang kalau Pemerintah Daerahnya begini, mereka para guru-guru mengajar kepada anak-anak tidak ada semangat, insya Allah ke depan dunia pendidikan ini bisa berkembang lagi,” tutup Ketua Komda Al-Khairaat Boalemo.
Diketahui, untuk Guru honorer di sekolah swasta yang tidak masuk atau Non Database, melalui kesepakatan bersama dikembalikan pada sekolah masing-masing untuk dibayarkan melalui Dana Bos.








