Zonaaktual.id, Boalemo – Tahun 2026 bukan sekadar penanda waktu dalam kalender, melainkan momentum refleksi bagi generasi muda untuk meneguhkan kembali semangat patriotisme dan tanggung jawab kebangsaan.
Hal tersebut disampaikan Iqbal Yusuf, pemuda asal Botumoito, Kabupaten Boalemo, yang menilai bahwa perjuangan para pahlawan harus terus dihidupkan dalam bentuk aksi nyata.
Menurut Iqbal, sebagai generasi penerus, pemuda hari ini memikul amanah besar untuk menjaga dan melanjutkan nilai-nilai perjuangan yang telah diwariskan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rasa bangga sebagai bagian dari bangsa Indonesia harus berjalan seiring dengan kesadaran akan tanggung jawab membangun daerah dan negara.
Ia menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi Kabupaten Boalemo, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas pendidikan, hingga keterbatasan peluang kerja bagi pemuda.
Dalam kondisi tersebut, semangat patriotik dinilai menjadi energi penting untuk terus bergerak dan berkontribusi.
“Patriotisme bukan hanya soal mengenang sejarah, tetapi bagaimana kita mengambil peran nyata hari ini belajar dengan sungguh-sungguh, berkarya dengan integritas, dan hadir memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Iqbal.
Lebih lanjut, Iqbal menegaskan bahwa patriotisme modern harus tercermin dalam sikap sehari-hari, seperti menjunjung tinggi toleransi, semangat gotong royong, rasa keadilan, serta keberanian menghadapi tantangan zaman yang terus berubah.
Ia juga mengajak generasi muda untuk melakukan refleksi diri, apakah kesempatan yang diwariskan oleh para pahlawan telah dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, serta apakah pemuda hari ini sudah cukup berani menjadi agen perubahan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa.
Sebagai pemuda Botumoito, Iqbal menilai bahwa menjaga lingkungan dan melestarikan budaya lokal juga merupakan bagian dari wujud cinta tanah air.
Menurutnya, Boalemo memiliki kekayaan alam dan tradisi yang besar, yang jika dikelola secara bijak dapat menjadi sumber inspirasi sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Dengan semangat patriotik, potensi daerah bisa kita dorong menjadi kekuatan pembangunan, tanpa harus kehilangan identitas dan jati diri budaya lokal,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar pemuda di Boalemo. Menurutnya, perubahan tidak bisa dilakukan secara individual, melainkan membutuhkan kebersamaan, saling dukung, serta ruang berbagi gagasan dan inovasi.
Kolaborasi tersebut diyakini mampu melahirkan program-program kreatif yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap daerah.
Iqbal berharap, semangat patriotik tidak berhenti pada wacana atau seremoni semata, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata oleh seluruh pemuda Boalemo.
“Dari pemuda Botumoito untuk seluruh Boalemo, mari terus bergerak, berkarya, dan membangun masa depan daerah yang lebih baik,” tutup Iqbal Yusuf.








