Zonaaktual.id, Manado – Hujan deras yang mengguyur Kota Manado sejak dini hari menyebabkan banjir di berbagai wilayah.
Genangan air dengan ketinggian bervariasi membuat ratusan warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi.
Selain banjir, beberapa titik di kota juga mengalami tanah longsor, menyebabkan akses jalan terputus dan rumah warga rusak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memperingatkan potensi hujan lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, termasuk banjir dan tanah longsor.
Namun, curah hujan yang tinggi dalam waktu singkat menyebabkan beberapa daerah tidak siap menghadapi dampak yang lebih luas.
Warga Mengungsi ke Pekuburan dan Masjid
Kelurahan Paal Dua menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah.
Beberapa warga yang rumahnya terendam air terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih tinggi, termasuk pekuburan China yang berada di dataran lebih tinggi.
Salah satu warga yang terdampak, Ridwan Lantu (45), menceritakan bagaimana air mulai naik sejak subuh dan terus bertambah hingga mencapai lutut orang dewasa.
“Saat subuh airnya masih setinggi mata kaki, tapi jam enam pagi sudah naik sampai lutut. Kami tidak punya pilihan selain mengungsi ke tempat yang lebih tinggi,” ujarnya.
Selain ke pekuburan, sebagian warga juga mengungsi ke Masjid Al Fatah, yang menjadi tempat penampungan sementara bagi mereka yang membutuhkan perlindungan.
“Kami membuka masjid untuk semua warga, baik Muslim maupun non-Muslim. Ini situasi darurat, semua harus saling membantu,” kata Ustaz Ahmad Syarif, pengurus masjid setempat.
Upaya Penyelamatan dan Evakuasi
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado telah mengerahkan timnya untuk membantu proses evakuasi.
Kepala BPBD Manado, Ir. Richard Sualang, mengonfirmasi bahwa petugas masih bekerja untuk mengevakuasi warga yang terjebak di rumah mereka.
“Kami masih melakukan pendataan jumlah korban terdampak. Yang jelas, saat ini prioritas kami adalah keselamatan warga dan penyaluran bantuan,” ujar Richard.
Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat curah hujan masih tinggi dan potensi hujan deras masih ada dalam beberapa hari ke depan.
Selain tim BPBD, bantuan juga datang dari pihak gereja. Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GMIM, Pdt. Hein Arina, bersama Ketua Badan Pekerja Majelis Wilayah (BPMW) Manado Timur VI, Pdt. Ernie Untu, mengunjungi lokasi pengungsian dan menyalurkan bantuan.
“Kami berusaha membantu sebisa mungkin, terutama untuk kebutuhan mendesak seperti makanan dan selimut bagi para pengungsi,” ujar Pdt. Hein Arina.
Peringatan Cuaca dan Imbauan Pemerintah
BMKG masih memperkirakan hujan lebat di beberapa wilayah Sulawesi Utara dalam beberapa hari ke depan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana lanjutan seperti banjir susulan, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Pemerintah Kota Manado juga telah menyiapkan beberapa titik pengungsian yang lebih layak untuk menampung warga terdampak.
“Kami akan memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi, termasuk air bersih, makanan, dan layanan kesehatan,” kata Richard Sualang.
Warga yang tinggal di daerah rawan bencana diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika curah hujan kembali meningkat.
“Jangan menunggu sampai air naik terlalu tinggi. Keselamatan adalah yang utama,” tegas Kepala BPBD Manado.
Saat ini, tim penyelamat masih terus berpatroli di beberapa wilayah untuk memastikan tidak ada warga yang terjebak banjir.
Sementara itu, bantuan dari berbagai pihak terus berdatangan untuk membantu warga yang terdampak. (*)
Reporter : Aan








