Zonaaktual.id, Gorontalo – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gorontalo pada Jumat malam (4/7/2025) menyebabkan tanggul Sungai di Kecamatan Limboto Barat jebol.
Akibatnya, dua desa yakni Desa Yosonegoro dan Desa Tunggulo terendam banjir dengan total 466 jiwa terdampak.
Banjir mulai menggenangi permukiman warga sekitar pukul 21.00 WITA. Tinggi genangan air mencapai 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah rumah warga, fasilitas umum, dan lahan pertanian ikut terendam.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin M. Pango, mengatakan bahwa total warga terdampak terdiri dari 67 Kepala Keluarga (KK) di Desa Yosonegoro dan 78 KK di Desa Tunggulo.
“Pendataan masih kami lakukan. Sementara ini sudah terdata 145 KK atau 466 jiwa terdampak,” jelas Udin dalam keterangannya, Sabtu (5/7/2025).
Ia menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Namun BPBD dan tim gabungan tetap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan mengingat curah hujan masih tinggi di wilayah Gorontalo.
“Tim kami masih berada di lapangan untuk melakukan pemantauan dan membantu warga terdampak. Kami juga mengimbau masyarakat di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada,” ujarnya.
Banjir ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pada akhir Juni lalu, tanggul Sungai juga sempat jebol dan merendam tiga desa di kawasan yang sama.
Kondisi tanggul yang rapuh serta tingginya intensitas hujan disebut menjadi penyebab utama.
Warga Desa Yosonegoro, Ramlan Lahay, mengaku khawatir banjir akan terus berulang jika tidak ada perbaikan menyeluruh pada tanggul.
“Setiap hujan deras, kami selalu cemas. Rumah-rumah cepat sekali kemasukan air,” keluhnya.
Hal serupa diungkapkan warga Tunggulo, Yusnita Gobel, yang berharap pemerintah segera memperkuat infrastruktur pengendali banjir.
“Kami butuh solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan sementara,” ujarnya.
BPBD saat ini masih menyiapkan bantuan logistik dan akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menilai kebutuhan evakuasi dan tanggap darurat.








