Zonaaktual.id, Boalemo– Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Boalemo menggelar kegiatan penguatan kelembagaan pengawasan pemilu, yang menjadi bagian dari arah pembangunan demokrasi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Kegiatan strategis tersebut dilaksanakan di Cabana Resort, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, mulai Jumat 29 Agustus 2025 hingga Minggu 31 Agustus 2025.
Selama tiga hari penuh, Bawaslu Boalemo berkomitmen menghadirkan ruang diskusi sekaligus penguatan kapasitas kelembagaan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tema yang diusung dalam kegiatan ini adalah “Penguatan Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia Melalui Sinergi Stakeholder Menuju Pemilu Berkualitas Tahun 2029.”
Tema tersebut dipandang relevan dengan kondisi demokrasi yang membutuhkan pengawasan partisipatif dan kolaboratif.
Ketua Bawaslu Boalemo, Ronald Christoffel Rampi, menegaskan bahwa penguatan kelembagaan merupakan fondasi penting dalam menghadapi dinamika demokrasi ke depan.
Menurutnya, Bawaslu tidak bisa bekerja sendiri, melainkan perlu membangun sinergi dengan semua pihak.
“Demokrasi yang substansial tidak hanya diukur dari terselenggaranya pemilu, tetapi bagaimana kualitasnya benar-benar terjaga. Disinilah pengawasan menjadi kunci utama,” ujar Ronald.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, S.Sos, M.Si. Dalam kesempatan itu, Lahmudin tidak hanya membuka kegiatan, tetapi juga memberikan materi terkait penguatan kelembagaan pengawas pemilu.
Menurut Lahmudin, penyelenggaraan pemilu yang berkualitas tidak mungkin tercapai tanpa adanya pengawasan yang kuat dan berintegritas.
Ia menekankan pentingnya profesionalitas dan kolaborasi lintas sektor dalam mengawal proses demokrasi di Boalemo.
“Kami di pemerintah daerah siap bersinergi dengan Bawaslu. Demokrasi yang sehat membutuhkan pengawas yang kuat, netral, dan mampu bekerja sama dengan semua pihak,” ungkapnya.
Kehadiran berbagai unsur dalam kegiatan ini menunjukkan keseriusan Bawaslu Boalemo.
Forkopimda Kabupaten Boalemo hadir untuk memberikan dukungan penuh, bersama organisasi mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga insan pers yang turut meramaikan jalannya agenda.
Selain itu, Bawaslu Provinsi Gorontalo juga menurunkan perwakilannya.
Anggota Bawaslu Provinsi, Wahyudin M. Akase, S.E., M.H, hadir langsung untuk memberikan penguatan serta mempertegas arah kebijakan pengawasan pemilu di tingkat daerah.
Menurut Wahyudin, pemilu 2029 adalah momentum yang harus disiapkan sejak dini.
Dengan penguatan kelembagaan, diharapkan seluruh jajaran pengawas pemilu memiliki kapasitas yang mumpuni dalam menghadapi tantangan demokrasi yang semakin kompleks.
“Kalau kelembagaannya kuat, SDM-nya terlatih, dan sinerginya jalan, maka pemilu 2029 bisa kita kawal menjadi pemilu berkualitas,” tegas Wahyudin.
Suasana kegiatan semakin hangat ketika peserta dari berbagai kalangan turut terlibat aktif dalam diskusi.
Hal ini menjadi bukti bahwa pengawasan pemilu bukan hanya tanggung jawab Bawaslu, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
Bawaslu Boalemo berharap kegiatan ini mampu menjadi tonggak awal dalam membangun tradisi pengawasan yang partisipatif, inklusif, dan substansial.
Dengan begitu, demokrasi di tingkat daerah akan benar-benar menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya sebatas seremonial, tetapi juga langkah nyata Bawaslu Boalemo dalam menunaikan mandat konstitusi.
Dengan dukungan semua pihak, cita-cita mewujudkan pemilu berkualitas tahun 2029 bukan sekadar harapan, melainkan komitmen bersama.








