Bupati Rum Pagau Targetkan Ribuan Hektare Terasering Untuk Sejahterakan Para Petani

- Wartawan

Selasa, 2 September 2025 - 18:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Masa Depan Petani Boalemo Cerah, Bupati Rum Gagas Program Terasering Raksasa

Foto : Masa Depan Petani Boalemo Cerah, Bupati Rum Gagas Program Terasering Raksasa

Zonaaktual.id, Boalemo – Pemerintah Kabupaten Boalemo di bawah kepemimpinan Bupati Rum Pagau kembali meluncurkan gagasan besar yang dinilai mampu mengubah wajah pertanian daerah.

Melalui program terasering raksasa seluas 10.000 hektar, Rum optimistis masa depan petani Boalemo akan semakin cerah.

Program ini bukan sekadar pembangunan fisik pertanian, melainkan sebuah terobosan yang menyatukan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Bupati Rum, terasering akan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian alam.

Rum menjelaskan, gagasan ini lahir dari keprihatinan terhadap kondisi petani yang selama ini masih bergantung pada bantuan pemerintah.

Ia menegaskan, kemandirian petani harus diwujudkan dengan langkah nyata melalui pengelolaan lahan yang produktif dan berkesinambungan.

“Kita ingin petani mandiri, tidak terus bergantung pada bantuan pemerintah. Program terasering ini adalah jalan menuju kemandirian itu,” kata Rum Pagau dalam keterangannya.

Lahan seluas 10.000 hektar yang disiapkan akan ditata menyerupai kebun raksasa.

Berbagai komoditas unggulan akan ditanam di sana, mulai dari durian, cokelat, pala, jambu mete hingga kelapa sawit.

Komoditas ini dipilih karena memiliki nilai jual tinggi dan prospek pasar yang menjanjikan.

Rum menggambarkan kebun tersebut sebagai “tabungan hidup” bagi masyarakat Boalemo.

Hasil panen dari tanaman-tanaman itu diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan jangka panjang bagi petani dan keluarganya.

“Kalau hari ini mereka menanam, beberapa tahun ke depan mereka sudah bisa menikmati hasilnya. Ini investasi besar, bukan hanya untuk petani, tapi juga untuk anak cucu mereka,” tegas Rum.

Dari sisi lingkungan, program terasering diyakini memberikan dampak positif.

Dengan pola tanam berjenjang di perbukitan, aliran air hujan bisa dikendalikan sehingga potensi erosi dapat ditekan.

Tanah pun tetap subur dan produktivitas lahan meningkat.

Selain itu, struktur terasering juga akan membantu meminimalisir risiko longsor di daerah perbukitan yang rawan bencana.

Hal ini sejalan dengan visi pembangunan Boalemo yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek mitigasi bencana.

“Ini bukan sekadar proyek pertanian, tetapi juga bagian dari upaya menjaga alam kita. Kalau alam terjaga, petani juga akan sejahtera,” ujar Rum.

Pemerintah Kabupaten Boalemo telah menyiapkan tahapan implementasi program ini secara bertahap.

Sosialisasi kepada petani sudah mulai dilakukan, termasuk memberikan edukasi mengenai cara menanam hingga perawatan tanaman yang sesuai dengan pola terasering.

Dukungan dari masyarakat dinilai menjadi kunci suksesnya program ini.

Rum mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan mengawal program yang digagas demi kemajuan bersama tersebut.

“Kalau petani kita kompak, program ini akan berhasil. Pemerintah hanya memfasilitasi, selebihnya adalah kerja keras dan komitmen kita bersama,” tambah Rum.

Dengan adanya program terasering raksasa ini, Pemkab Boalemo optimistis dapat menciptakan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan daya saing daerah.

Rum berharap Boalemo ke depan bisa menjadi contoh daerah lain dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan.

Harapan besar kini tertuju pada keberhasilan program ini.

Jika berjalan sesuai rencana, bukan mustahil Boalemo akan dikenal sebagai salah satu pusat pertanian modern berbasis konservasi di Gorontalo, bahkan di Indonesia.

Follow WhatsApp Channel zonaaktual.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolsek Dulupi Imbau Hentikan Aktivitas Tambang di Sambati, Warga Harap Ada Solusi Perizinan
Pelantikan Eselon II Jadi Pesan Keras Bupati Boalemo Rum Pagau: ASN Wajib Kerja Cepat dan Profesional
Suara Pemuda yang Menghidupkan Semangat Patriotik 2026
Bupati Boalemo Sambut Pangdam XIII/Merdeka Untuk Mantapkan Pembangunan Batalion di Boalemo
Peringati Isra Miraj 1447 Hijriah, Wabup Lahmudin Ajak Masyarakat Boalemo Perkuat Iman dan Disiplin Shalat
Buka Monev Mahasiswa Kebidanan, Wabup Lahmudin Tekankan Pentingnya Bidan Kompeten untuk Kesehatan Ibu dan Anak
Launching Posyandu 6 Bidang SPM, Wabup Lahmudin Tegaskan Peran Posyandu Garda Terdepan Pelayanan Dasar
Panen Raya Jagung Serentak Kuartal I 2026, Boalemo Tegaskan Komitmen Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:39 WITA

Kapolsek Dulupi Imbau Hentikan Aktivitas Tambang di Sambati, Warga Harap Ada Solusi Perizinan

Senin, 26 Januari 2026 - 15:50 WITA

Pelantikan Eselon II Jadi Pesan Keras Bupati Boalemo Rum Pagau: ASN Wajib Kerja Cepat dan Profesional

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:21 WITA

Suara Pemuda yang Menghidupkan Semangat Patriotik 2026

Jumat, 23 Januari 2026 - 15:09 WITA

Bupati Boalemo Sambut Pangdam XIII/Merdeka Untuk Mantapkan Pembangunan Batalion di Boalemo

Kamis, 15 Januari 2026 - 21:59 WITA

Peringati Isra Miraj 1447 Hijriah, Wabup Lahmudin Ajak Masyarakat Boalemo Perkuat Iman dan Disiplin Shalat

ZONA UPDATE