Zonaaktual.id, Boalemo – Desa Kuala Lumpur, Kecamatan Paguyaman, mencatat sejarah baru sebagai desa pertama di Kabupaten Boalemo yang menjadi lokasi perdana kegiatan penanaman bambu petung.
Kegiatan yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Boalemo ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan program “Boalemo Hijau” sekaligus mendukung gerakan nasional menuju Indonesia Hijau.
Kepala Desa Kuala Lumpur, Sahrul Abdjul, menyampaikan rasa syukur dan bangganya atas terpilihnya desanya sebagai lokasi kegiatan perdana tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menilai, program penanaman bambu petung menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Ungkapan rasa syukur dan bangga tentunya atas kegiatan pencanangan dan penanaman bambu petung yang dilaksanakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo. Apalagi, pelaksanaannya di Desa Kuala Lumpur yang menjadi desa pertama di Boalemo yang menanam bambu petung. Ini adalah langkah besar menuju Indonesia Hijau dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujar Sahrul dengan penuh semangat.
Menurutnya, penanaman bambu petung bukan hanya simbol penghijauan, tetapi juga investasi jangka panjang.
Bambu petung memiliki manfaat ekologis luar biasa mampu mencegah erosi, menjaga kestabilan tanah, hingga membantu menurunkan suhu udara di tengah kondisi pemanasan global yang semakin meningkat.
Selain itu, bambu juga bernilai ekonomi tinggi karena bisa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, kerajinan, maupun industri kreatif.
Sahrul juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan terlibat langsung dalam kesuksesan kegiatan ini.
“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah, para tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang ikut gotong royong. Tanpa kebersamaan, kegiatan ini tidak akan berjalan sukses,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Kuala Lumpur, Fadli Djafar, turut menyampaikan antusiasmenya. Ia menyebut program penanaman bambu ini sebagai langkah positif yang membawa harapan baru bagi masyarakat.
“Kami sangat mendukung. Selain menjaga lingkungan tetap sejuk, bambu juga bisa memberi nilai ekonomi bagi warga jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Fadli menambahkan bahwa masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan berkomitmen untuk merawat tanaman bambu petung yang sudah ditanam.
“Kalau dijaga dan dirawat bersama, hasilnya akan sangat besar bagi kita semua. Bambu ini bukan cuma tanaman, tapi aset masa depan,” katanya.
Penanaman bambu petung di Desa Kuala Lumpur menjadi tonggak awal gerakan hijau Boalemo.
Melalui kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan dukungan berbagai pihak, Boalemo menunjukkan keseriusannya menjaga keseimbangan alam sekaligus menumbuhkan ekonomi berkelanjutan bagi rakyatnya.








