Empat Musim Tanam, Empat Kali Gagal: Jeritan Petani Pohuwato Membahana

- Wartawan

Selasa, 23 September 2025 - 19:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : PETI yang merusak sungai

Foto : PETI yang merusak sungai

Zonaaktual.id, Pohuwato – Musim tanam yang seharusnya jadi harapan baru, kembali membawa luka mendalam bagi petani di Kabupaten Pohuwato.

Sudah empat kali berturut-turut mereka mengalami gagal panen.

Penyebab utamanya, aliran irigasi yang dipenuhi lumpur dan sedimentasi tebal hingga tak mampu lagi mengalirkan air ke persawahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi itu membuat lahan kering kerontang.

Padi mati sebelum waktunya, sementara modal yang sudah ditanam terkubur begitu saja. Kerugian besar pun tak terelakkan.

Faktor utama yang diduga menjadi biang kerok tak lain adalah aktivitas tambang ilegal di wilayah hulu.

Material galian yang hanyut bersama aliran air masuk ke saluran irigasi, menumpuk menjadi sedimen pekat.

Alih-alih menjadi sumber kehidupan, air berubah menjadi lumpur yang merusak dan mematikan lahan pertanian.

Manan Lukun (64), petani di Kecamatan Buntulia, sudah kehabisan tenaga dan modal. Empat kali menanam, empat kali pula nihil panen.

“Semua habis, tak ada yang bisa kami bawa pulang,” ungkap Manan dengan wajah letih.

Ia menyebut, banyak keluarga petani kini terpaksa berutang hanya untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara pemerintah, menurutnya, masih belum memberi solusi nyata.

“Kami sudah sering menyampaikan masalah ini, tapi seakan suara kami tidak berarti,” keluhnya.

Nada berbeda tapi sama getir datang dari Marwan Olii (54), petani asal Taluduyunu.

Ia menyebut persoalan ini bukan lagi sekadar gagal panen, tapi sudah masuk kategori bencana.

“Pemerintah hanya ingat petani saat kampanye, setelah itu hilang,” kata Marwan dengan nada tinggi.

Ia menegaskan, kegagalan panen berulang telah membuat kehidupan keluarganya kian terpuruk.

“Kami ini manusia, bukan mesin. Perut kami juga butuh makan,” tambahnya.

Marwan mendesak pemerintah segera turun tangan. Saluran irigasi yang tertutup lumpur akibat tambang harus segera dibersihkan.

Menurutnya, petani seolah sengaja dibiarkan menderita.

“Padahal dari beras kami orang makan. Tapi saat kami susah, tak seorang pun datang menolong,” tandasnya.

Follow WhatsApp Channel zonaaktual.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadis Pertanian Pohuwato Soroti PETI, Petani Duhiadaa Terancam Bangkrut
Akibat PETI, Petani Duhiadaa Pohuwato Kehilangan Harapan: Sawah Rusak, Utang Menumpuk
Bentrok Kepentingan di Saripi: Polres Boalemo Tertibkan Tambang Emas Ilegal, Penambang dan Pabrik Gula Saling Klaim Tanah Warisan
Polres Boalemo Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Sambati, 10 Kamp Dibakar, Ekskavator Rusak Jadi Bukti
Kapolres Boalemo Bantah Lakukan Kekerasan: “Saya Hanya Bela Anggota yang Jalankan Tugas”
Gerak Cepat Polres Boalemo Bongkar Tambang Ilegal di Pinggir Sungai Saripi
Kapolres Boalemo Diterpa Tuduhan dan Tekanan Oknum Tambang Ilegal: Tegas Jalankan Hukum, Siap Dievaluasi
Bawa Alat Berat untuk PETI, Marten Ngamuk di Polres Boalemo Usai Ditertibkan

Berita Terkait

Senin, 29 September 2025 - 11:43 WITA

Kadis Pertanian Pohuwato Soroti PETI, Petani Duhiadaa Terancam Bangkrut

Selasa, 23 September 2025 - 19:15 WITA

Empat Musim Tanam, Empat Kali Gagal: Jeritan Petani Pohuwato Membahana

Kamis, 18 September 2025 - 00:49 WITA

Akibat PETI, Petani Duhiadaa Pohuwato Kehilangan Harapan: Sawah Rusak, Utang Menumpuk

Selasa, 29 Juli 2025 - 21:29 WITA

Bentrok Kepentingan di Saripi: Polres Boalemo Tertibkan Tambang Emas Ilegal, Penambang dan Pabrik Gula Saling Klaim Tanah Warisan

Kamis, 5 Juni 2025 - 20:24 WITA

Polres Boalemo Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Sambati, 10 Kamp Dibakar, Ekskavator Rusak Jadi Bukti

ZONA UPDATE

Polres Boalemo

Polres Boalemo Gelar KRYD, Sasar Sajam dan Miras Demi Jaga Kamtibmas

Rabu, 15 Apr 2026 - 14:42 WITA