Kedai Kopi Rumah Tua, Warisan Ayah yang Disulap Jadi Ruang Nongkrong Hits Anak Muda

- Wartawan

Senin, 7 Juli 2025 - 23:32 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kedai Kopi Rumah Tua

Foto : Kedai Kopi Rumah Tua

Zonaktual.id, Boalemo – Di antara gelapnya malam Tilamuta yang tenang, ada satu titik terang yang makin ramai dibicarakan.

Namanya Kedai Kopi Rumah Tua, berdiri sederhana namun penuh pesona di perempatan Alun-Alun Tilamuta, tepat di depan Polsek, Desa Limbato.

Kedai ini gak neko-neko. Gak ada atap, gak banyak ornamen, tapi justru itu yang bikin beda. Ruang terbuka tanpa sekat, dengan kursi kayu, meja bermaterial pipa dan triplek, dan lampu-lampu kuning yang menggantung seperti bintang di langit rendah jadi ciri khas utama tempat ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dulunya dikenal sebagai Bele Panggoła, warung kopi ini hanya menyajikan kopi racikan pasar dan nasi kuning.

Tapi kini, dengan semangat baru dari Aksal Iyabu, tempat ini kembali hadir dengan jiwa yang lebih muda, lebih terbuka, dan lebih estetik.

“Saya keluar dari pekerjaan lama dan merasa akan lebih baik kalau usaha ini saya teruskan,” ujar Aksal.

Bukan cuma soal ngopi, bagi Aksal, membuka kedai ini juga soal menciptakan suasana.

Saat merantau, ia pernah merasakan pengalaman ngopi yang membekas dan ingin membawanya pulang.

“Di Jogja saya sering ngopi di tempat terbuka, lampunya hangat, suasananya santai. Itu yang saya coba hadirkan di Rumah Tua,” ungkapnya.

Tanpa latar belakang barista atau usaha kuliner, Aksal membangun semuanya dari hobi.

“Saya nggak punya basic apa-apa, cuma hobi ngopi. Jadi saya banyak coba-coba sendiri sampai nemu racikan yang pas,” lanjutnya.

Kini, suasana vintage jadi identitas kuat Rumah Tua.

Semua terasa seperti kembali ke masa lalu yang hangat, tapi tetap cocok buat generasi sekarang dan yang bikin betah, tentu racikan kopinya.

Menu favoritnya adalah Kopi Rumah Tua yaitu kopi susu khas yang diracik dengan proporsi mantap antara kekuatan kopi dan kelembutan susu.

“Itu paling sering dipesan. Saya racik sendiri, dan memang itu yang paling mewakili karakter tempat ini,” kata Aksal bangga.

Selain itu, pengunjung bisa menikmati:

• Kopi Hitam dan Kopi Aren Rp8.000 sampai Rp10.000

• Mokapot Series seperti Salted Caramel, Butter Scotch, Hazelnut, Vanilla Rp15.000

• Kopi Rumah Tua (Ice) Rp13.000

• Olahan Susu seperti Coklat, Taro, Matcha, dan Redvelvet Rp15.000

• Mojito (Melon, Leci, Lemon, Stroberi) Rp12.000

• Teh Original dan Lemon Rp6.000

Meski belum tersedia camilan, Aksal memastikan menu pendamping ngopi akan segera hadir.

“Kami lagi siapkan camilan-camilan ringan yang cocok buat suasana ngopi malam hari, tapi Coming Soon,” ujarnya.

Sejak hari pertama buka, Kedai Kopi Rumah Tua langsung mencuri perhatian. Mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai komunitas-komunitas kreatif berdatangan.

Ada yang datang sendiri, ada yang ngobrol rame-rame, semua lebur di bawah lampu kuning yang menggantung tanpa atap.

“Saya pengen Rumah Tua ini bukan cuma tempat jual kopi, tapi juga jadi ruang lahirnya ide-ide baru. Tempat kita tumbuh bareng,” tutup Aksal.

Dengan konsep terbuka, sentuhan desain vintage yang jujur, dan inspirasi dari pengalaman ngopi di Jogja, Kedai Kopi Rumah Tua berhasil menghadirkan ruang yang tak sekadar menjual minuman, tapi juga suasana dan cerita.

Follow WhatsApp Channel zonaaktual.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dapoer Yayu Boalemo: Suasana Romantis, dan Tempat Nongkrong Favorit di Pinggir Jembatan Soeharto

Berita Terkait

Kamis, 10 Juli 2025 - 22:07 WITA

Dapoer Yayu Boalemo: Suasana Romantis, dan Tempat Nongkrong Favorit di Pinggir Jembatan Soeharto

Senin, 7 Juli 2025 - 23:32 WITA

Kedai Kopi Rumah Tua, Warisan Ayah yang Disulap Jadi Ruang Nongkrong Hits Anak Muda

ZONA UPDATE

Foto : Istimewa

SMP 2 Tilamuta

HUT ke-21 SMPN 2 Tilamuta Jadi Panggung Nostalgia dan Persatuan Alumni

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:07 WITA