Zonaaktual.id, Ramadhan – Sahur bukan sekadar waktu makan sebelum berpuasa, tetapi juga momen penuh berkah yang memiliki banyak keutamaan dalam Islam.
Ustadz Adi Hidayat (UAH), salah satu ulama terkemuka di Indonesia, menegaskan bahwa sahur adalah kesempatan emas bagi umat Islam untuk meraih pahala dan keberkahan yang melimpah.
Dalam sebuah kajian keislaman, UAH menjelaskan bahwa sahur memiliki beberapa keutamaan utama, di antaranya adalah mengikuti sunnah Rasulullah SAW, mendapatkan keberkahan, dan menjadi waktu mustajab untuk berdoa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
1. Sahur Sebagai Sunnah Rasulullah SAW
Menurut UAH, Rasulullah SAW selalu menganjurkan umatnya untuk makan sahur, meskipun hanya dengan sebutir kurma atau seteguk air.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasulullah bersabda, “Makan sahurlah kalian, karena di dalam sahur terdapat keberkahan.” UAH menekankan bahwa keberkahan tersebut bukan hanya dalam bentuk kekuatan fisik untuk menjalani puasa, tetapi juga keberkahan spiritual yang dapat memperkuat keimanan.
2. Waktu Mustajab untuk Beristighfar dan Berdoa
Salah satu keutamaan terbesar dari waktu sahur adalah sebagai momen mustajab untuk berdoa.
UAH mengingatkan bahwa pada sepertiga malam terakhir, Allah SWT turun ke langit dunia dan mengabulkan doa-doa hamba-Nya yang bersungguh-sungguh memohon ampunan dan petunjuk.
Firman Allah dalam Surah Az-Zariyat ayat 18 menyebutkan bahwa orang-orang yang beristighfar di waktu sahur termasuk dalam golongan orang yang bertakwa.
3. Keampunan Dosa dan Pelipatgandaan Pahala
UAH juga mengungkapkan bahwa memperbanyak istighfar dan dzikir saat sahur dapat menjadi sebab diampuninya dosa.
Berdasarkan berbagai riwayat, Rasulullah SAW sering mengajarkan para sahabat untuk memperbanyak istighfar di waktu sahur, karena Allah SWT sangat menyukai hamba yang senantiasa memohon ampunan.
4. Sahur Membantu Melancarkan Rezeki
Selain sebagai ibadah, sahur juga memiliki dampak dalam kehidupan sehari-hari.
UAH menjelaskan bahwa keberkahan sahur tidak hanya sebatas pada kekuatan menjalani puasa, tetapi juga dapat membuka pintu rezeki.
Dalam beberapa hadis, disebutkan bahwa orang yang rutin menjalankan sunnah sahur akan dimudahkan rezekinya oleh Allah SWT.
Kesimpulan
Dengan berbagai keutamaan tersebut, UAH mengajak umat Islam untuk tidak sekadar menganggap sahur sebagai rutinitas makan, tetapi juga sebagai momen spiritual yang penuh keberkahan.
Ia menekankan pentingnya mengisi waktu sahur dengan amalan-amalan ringan namun bernilai besar, seperti istighfar, dzikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa dengan sungguh-sungguh.
Sebagai penutup, UAH mengingatkan bahwa sahur bukan hanya memberikan manfaat jasmani, tetapi juga menjadi ladang pahala yang dapat mendekatkan seorang hamba kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, hendaknya setiap Muslim memanfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya agar mendapat keberkahan dunia dan akhirat. (*)








