ERAPENA.COM- Pasang lampu atau lebih dikenal dengan sebutan “Tumbilo Tohe” merupakan tradisi masyarakat Gorontalo di 3 malam terakhir menjelang hari raya Idul Fitri.
Kita ketahui bersama, Tumbilo tohe adalah perayaan berupa memasang lampu di halaman rumah-rumah penduduk dan di jalan-jalan terutama jalan menuju masjid.
Adapun pemasangan lampu tersebut dimulai sejak waktu magrib sampai menjelang subuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seperti biasanya, pada pelaksanaan Tumbilotohe malam pertama, Penjabat Bupati Boalemo Sherman Moridu, menyalakan lampu di depan Rumah Dinas Bupati sebagai tanda dimulainya tradisi Tumbilotohe.
Penjabat Bupati Boalemo Sherman Moridu mengatakan, tradisi tumbilo tohe bagi masyarakat Gorontalo sejak jaman dahulu kala.
“Ini adalah tradisi turun temurun, yang saat ini khusus di kabupaten Boalemo kita sudah lestarikan dengan lampu ramah lingkungan dalam rangka mendukung pariwisata hijau atau green Tumbilo Tohe,” kata Sherman.
Dijelaskan Sherman, pelestarian ramah lingkungan menggunakan getah kayu damar atau Tohe tutu dan juga lampu pada mala dengan menggunakan bahan bakar minyak kelapa.
“Getah kayu damar atau Tohe tutu juga mewarnai festival Tumbilo Tohe tahun 1445 H dan juga lampu pada mala atau lampu menggunakan bahan bakar minyak kelapa dan ini adalah ramah lingkungan,” jelasnya.
“Dan saat ini sudah dimeriahkan di seluruh desa yang ada di kabupaten Boalemo dan titik kumpulnya berada di lapangan alun-alun kota Tilamuta,” tutup PJ Sherman. (C/era)








