Zonaaktual.id, Boalemo – Malam pembukaan LPP Cup VI di Desa Piloliyanga, Kecamatan Tilamuta, berlangsung meriah dan penuh euforia.
Ratusan masyarakat tumpah ruah memadati lapangan untuk menyaksikan laga pembuka turnamen yang kini tampil dengan format baru.
Acara resmi dimulai pada Sabtu malam, 27 September 2025, pukul 18.30 Wita. Dari total 16 tim peserta yang ikut ambil bagian, dua tim berkesempatan membuka turnamen, yakni PSM Modini melawan SMK Boalemo.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laga ini menjadi tontonan seru yang disambut riuh tepuk tangan penonton.
Ajang sepak bola ini telah digelar sejak tahun 2018 oleh LPP 1, namun pada edisi keenam kali ini, panitia menghadirkan suasana berbeda dengan mengundang tim-tim dari luar desa.
Hal tersebut langsung mencuri perhatian publik karena mampu menarik penonton dari berbagai wilayah sekitar, bukan hanya dari Desa Piloliyanga.
Ketua Karang Taruna Desa Piloliyanga, Didin Djanihi, S.Sos, menjelaskan bahwa inovasi format baru ini bertujuan memperluas jangkauan serta memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat maupun peserta.
Antusiasme warga yang hadir di malam pembukaan menjadi bukti bahwa sepak bola masih menjadi olahraga pemersatu.
“Tema yang kami angkat adalah Satu Bola, Satu Mimpi Meraih Prestasi. Dengan olahraga ini, kita bangun rasa persaudaraan sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarwarga,” ujar Didin.
Ia menambahkan, keberhasilan pembukaan LPP Cup VI tak lepas dari kerja keras panitia yang mayoritas berasal dari kalangan remaja.
Dengan persiapan hanya sekitar satu minggu, mereka tetap solid hingga rela bekerja malam hari demi pembenahan lapangan.
“Semangat panitia luar biasa. Meskipun sebagian besar masih remaja, mereka tetap kompak dan terus bekerja keras hingga kegiatan ini sukses digelar. Kami sangat mengapresiasi dedikasi teman-teman panitia,” ungkap Didin.
Kemeriahan semakin lengkap dengan hadirnya Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, S.Sos., M.Si. Kehadirannya memberi motivasi tersendiri bagi masyarakat maupun peserta yang berlaga di LPP Cup VI.
Selain Wabup, acara pembukaan juga turut dihadiri oleh Kalapas Kelas II B Boalemo, Camat Tilamuta, Kepala Desa Piloliyanga beserta aparat desa, serta disaksikan oleh puluhan bahkan ratusan masyarakat yang datang memadati lapangan.
Kehadiran para tokoh ini menambah semarak sekaligus menunjukkan dukungan penuh terhadap kegiatan olahraga di tingkat desa.
Dalam sambutannya, Lahmudin menegaskan bahwa turnamen seperti ini tidak hanya bernilai hiburan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan generasi muda, khususnya dalam bidang olahraga sepak bola.
Ia mencontohkan pengalaman saat menghadiri sebuah turnamen di Kabupaten Pohuwato, di mana kegiatan itu bahkan dihadiri langsung oleh perwakilan PSSI pusat untuk memberikan pembinaan usia dini.
Hal itu menjadi inspirasi agar Boalemo juga dapat melahirkan bibit-bibit unggul di bidang sepak bola.
“Harapan kami, melalui kegiatan seperti ini, akan muncul bakat-bakat anak muda Boalemo yang nantinya bisa berprestasi hingga ke tingkat nasional,” tegas Lahmudin di hadapan masyarakat yang hadir.
Euforia malam pembukaan ini menjadi bukti bahwa olahraga sepak bola masih memegang peranan penting dalam membangun kebersamaan.
Ribuan pasang mata menyaksikan laga perdana, sekaligus menikmati suasana kekeluargaan yang diciptakan melalui ajang tahunan ini.
Atmosfer positif itu juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Piloliyanga.
Mereka bukan hanya menjadi tuan rumah, tetapi juga bagian dari sejarah baru yang tercipta melalui LPP Cup VI.
LPP Cup VI membuktikan bahwa dengan semangat kebersamaan, keterbatasan bukanlah penghalang.
Panitia muda mampu menepis keraguan dengan kerja keras dan tekad yang kuat hingga menciptakan momentum besar.
Bagi Didin, suksesnya pembukaan hanyalah awal dari perjalanan panjang turnamen ini.
Ia berharap seluruh tim yang bertanding menjunjung tinggi sportivitas dan menjadikan turnamen ini sebagai ajang pembelajaran.
Dengan semangat Satu Bola, Satu Mimpi, LPP Cup VI di Desa Piloliyanga resmi bergulir.
Harapan besar kini tertuju pada lahirnya talenta-talenta muda Boalemo yang kelak bisa membawa nama daerah ke kancah lebih tinggi.








