Zonaaktual.id – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Boalemo berlangsung khidmat dan penuh semangat.
Bertempat di Alun-Alun Tilamuta, Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Boalemo sukses melaksanakan tugas sakral mengibarkan Sang Saka Merah Putih di hadapan ribuan peserta dan undangan.
Sejak pagi, masyarakat dari berbagai penjuru desa di Boalemo telah memadati kawasan alun-alun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka antusias ingin menyaksikan jalannya upacara yang menjadi momentum bersejarah bagi bangsa Indonesia.
Lapangan hijau dipenuhi suasana merah putih, dengan peserta upacara yang terdiri dari TNI, Polri, ASN, pelajar, hingga organisasi kepemudaan.
Sorotan utama tentu tertuju pada pasukan Paskibraka Boalemo, yang dengan langkah tegap memasuki lapangan membawa baki dan bendera Merah Putih.
Setiap gerakan mereka mengundang decak kagum, karena tampak penuh disiplin, kekompakan, dan rasa tanggung jawab.
Proses pengibaran bendera berlangsung dengan sangat lancar.
Diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, Sang Saka perlahan-lahan berkibar di angkasa Boalemo, menandai semangat kemerdekaan yang terus hidup di hati masyarakat.
Sejumlah hadirin bahkan tampak meneteskan air mata haru, mengingat perjuangan para pahlawan bangsa.
Bupati Boalemo, Rum Pagau, yang bertindak sebagai inspektur upacara, memberikan apresiasi tinggi kepada Paskibraka.
Menurutnya, keberhasilan pengibaran bendera ini merupakan simbol dari kerja keras generasi muda yang terpilih sebagai putra-putri terbaik daerah.
“Alhamdulillah, pelaksanaan upacara hari ini berjalan dengan lancar dan penuh khidmat. Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada anak-anak Paskibraka yang telah menunjukkan disiplin, dedikasi, dan semangat juang luar biasa. Mereka adalah kebanggaan kita semua,” ungkap Bupati Rum Pagau.
Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa peran Paskibraka tidak berhenti pada momen 17 Agustus saja. Mereka adalah generasi harapan yang kelak akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan di Boalemo.
“Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air,” tambahnya.
Upacara peringatan HUT RI ini juga diwarnai dengan pembacaan teks proklamasi, mengheningkan cipta, hingga pembacaan doa untuk para pahlawan bangsa.
Semua rangkaian acara berlangsung tertib dan penuh makna.
Tak hanya para pejabat, masyarakat yang hadir juga memberikan apresiasi luar biasa.
Banyak orang tua yang bangga melihat putra-putri Boalemo tampil sebagai pengibar bendera.
Mereka percaya, kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus kedisiplinan generasi muda.
Selain itu, kehadiran Bupati, jajaran Forkopimda, serta para tokoh masyarakat semakin menambah kekhidmatan suasana.
Seluruh tamu undangan duduk dengan rapi, menyaksikan momen sakral yang hanya datang sekali dalam setahun.
Paskibraka sendiri sebelumnya telah menjalani pelatihan intensif selama beberapa pekan.
Mereka ditempa oleh pelatih dari TNI dan Polri, dengan materi baris-berbaris, mental, hingga pembentukan karakter.
Hasil kerja keras itu terbukti saat pelaksanaan upacara berlangsung.
Bupati Rum Pagau juga mengingatkan bahwa kemerdekaan bukan hanya sekadar perayaan, melainkan harus dimaknai dengan kerja nyata.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga dan mengisi kemerdekaan. Semangat gotong royong, kerja keras, dan kebersamaan harus terus kita jaga di Boalemo,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meneladani semangat para pahlawan dengan meningkatkan kualitas pembangunan daerah.
Menurutnya, peringatan HUT RI menjadi momen refleksi atas apa yang sudah dicapai dan tantangan yang masih dihadapi ke depan.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai atraksi seni budaya dan devile pasukan peserta.
Masyarakat yang hadir tampak bergembira menikmati suasana penuh semangat persatuan.
Dengan keberhasilan Paskibraka Boalemo mengibarkan bendera tanpa kendala, peringatan HUT RI ke-80 di Tilamuta pun tercatat sukses dan meninggalkan kesan mendalam.
Semangat merah putih kembali berkobar di dada setiap warga, sebagai pengingat bahwa perjuangan untuk membangun bangsa belumlah selesai.








