zonaaktual.id – Paul Pogba tak kuasa menahan air mata saat secara resmi diperkenalkan sebagai pemain baru AS Monaco, Jumat (28/6/2025).
Momen penuh emosi ini menjadi bukti betapa berat perjalanan sang gelandang setelah menjalani masa sulit akibat kasus doping yang nyaris mengakhiri kariernya.
Pogba yang kini berusia 32 tahun, menyetujui kontrak berdurasi dua tahun dengan Monaco.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun yang paling mencuri perhatian bukanlah nilai kontraknya, melainkan air mata yang jatuh saat ia memegang jersey merah-putih kebanggaan klub asal Ligue 1 itu.
“Saya sudah melewati banyak hal… dan kini bisa kembali bermain di lapangan, itu lebih dari sekadar mimpi,” ujar Pogba sembari menitikkan air mata dalam konferensi pers perkenalannya.
Eks bintang Manchester United dan Juventus itu sebelumnya harus absen panjang dari sepak bola setelah dijatuhi hukuman larangan bermain selama 4 tahun akibat doping.
Namun, setelah mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), masa hukumannya dikurangi menjadi 18 bulan.
Monaco menjadi pelabuhan barunya setelah kontraknya bersama Juventus berakhir pada akhir 2024.
Pogba bergabung dengan status bebas transfer, dan langsung mendapat sambutan hangat dari manajemen klub serta para fans.
Momen tangis haru Pogba menjadi sorotan media-media Eropa.
Banyak yang menyebutnya sebagai “comeback emosional paling dramatis tahun ini.”
Tak sedikit pula penggemar sepak bola yang memuji keteguhan mental Pogba dalam menghadapi badai.
Dengan bergabungnya Pogba, Monaco diyakini akan semakin kuat menghadapi musim baru.
Apalagi, mereka berhak tampil di Liga Champions setelah finis di peringkat ketiga Ligue 1 musim lalu.
Namun lebih dari sekadar transfer, kehadiran Pogba membawa pesan kuat tentang harapan dan kesempatan kedua.
“Air mata Pogba bukan kelemahan. Itu kekuatan. Itu pembuktian bahwa ia belum selesai,” tulis salah satu kolumnis sepak bola Prancis.
Kini, seluruh mata akan tertuju pada langkah awal Pogba di Ligue 1 – liga tanah kelahirannya yang selama ini belum pernah ia cicipi secara profesional.
Monaco menjadi panggung baru bagi kebangkitan seorang juara dunia yang sempat hilang dalam sunyi.








