ERAPENA.COM- Jalur Independen Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Boalemo Wahyudin Lihawa-Riko Djaini (Wali-Raja) terancam kandas maju Pilkada Boalemo 2024.
Pasalnya, komunikasi antara kedua bakal calon tersebut sudah tidak jelas lagi.
Hal itu tidak dibantahkan oleh bakal calon wakil Bupati, Riko Djaini (Raja).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sampai dengan detik ini, saya sudah tidak bisa lagi menjalin komunikasi dengan pasangan saya yaitu bapak Wahyudin Lihawa selaku bakal calon Bupati Boalemo, baik melalui sarana alat komunikasi secara langsung maupun melalui perantara,” kata Riko saat melakukan Press Release, Jumat 2 Agustus 2024.
Riko Djaini mengungkapkan, sudah dua Minggu terakhir, Wahyudin Lihawa selaku bakal calon Bupati Boalemo terkesan slow respon.
“Saya telah melaksanakan arahan pak Wahyudin Lihawa untuk mengumpulkan KTP dan seluruh pendanaan kegiatan tersebut telah saya tanggulangi, meskipun selama kegiatan tersebut beliau (Wahyudin Lihawa) berada di jakarta,” ungkapnya.
“Sudah dua Minggu terakhir ini saya sudah tidak bisa lagi berkomunikasi dengan pak Wahyudin Lihawa, saya tidak tahu apa alasannya,” lanjutnya.
Maka dari itu, Riko Djaini (Raja) dengan tegas mengambil sikap, bahwa pasangan Wali-Raja sudah tidak bisa dilanjutkan lagi.
“Dengan kondisi seperti ini tentunya saya dan teman-teman tim tidak dapat lagi melanjutkan kebersamaan dengan pak Wahyudin Lihawa (Wali),” tegasnya.
Apakah Riko Djaini Tetap Maju ?
Pada kesempatan itu, Riko Djaini mengatakan, dirinya saat ini sudah melakukan komunikasi dengan para pimpinan partai politik yang ada di kabupaten Boalemo.
Hal itu dilakukan adalah bentuk komitmen dirinya terhadap masyarakat untuk menuju Boalemo lebih maju dan sejahtera.
“Saya akan melakukan komunikasi politik dengan para pimpinan parpol di kabupaten Boalemo untuk melanjutkan proses ikhtiar saya agar menjadi salah satu kontestan pada pilkada Boalemo tahun 2024,” ujarnya.
“Saya berharap, meskipun pasangan Wali-Raja telah kandas, tapi semangat kebersamaan kita selama ini tidak akan pudar kita akan bisa melanjutkan proses ikhtiar untuk menjemput takdir kemenangan pada pilkada Boalemo,” harapnya.
Riko juga menambahkan, untuk tahapan verifikasi faktual pada perbaikan tahap 2, pihaknya akan memasukan KTP sebanyak 3.500.
“Sepanjang itu tidak mencederai apa yang sudah menjadi keputusan KPU, Komitmen kami, komunikasi dengan KPU tetap kami lakukan, dan kami akan tetap memasukan KTP yang sudah ada,” pungkasnya.








