ERAPENA.COM-Plat Deker yang berlubang membuat warga Desa Bajo resah sehinggah ditanami pohon pisang.
Kondisi jalan berlubang itu tepatnya di Dusun II Desa Bajo Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo yang sampai saat ini belum diperbaiki.
Diketahui, lubang tersebut sudah banyak memakan korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal itu dibenarkan oleh salah satu warga Desa Bajo Sriyanto Tama.
Yanto mengatakan, sudah tiga mobil yang menjadi korban akibat jalan berlubang.
“Setidaknya sudah ada tiga mobil yang bannya jatuh ke dalam lubang tersebut,” ungkapnya
Dijelaskan Yanto, plat deker berlubang sudah sekitaran empat bulan belum diperbaiki.
“Sudah sekitaran empat bulan lubang itu tidak diperbaiki, banyak masyarakat yang mengeluh akan hal ini,” jelasnya.
Yanto mengakui, lubang yang ditanami pohon pisang tersebut adalah bentuk protes yang tidak pernah diperbaiki.
“Bentuk dari protes masyarakat, saya menanam pohon pisang di lubang tersebut dan sampai sekarang tidak ada pergerakan, malah pohon tersebut sudah tumbang,” ungkapnya.
Lebih lanjut kata Yanto, pohon pisang tersebut juga sebagai penanda bahwa warga yang melintasi agar dapat mengetahui adanya lubang.
“Banyak anak-anak yang bermain sepeda, takutnya mereka terjatuh ke dalam lubang tersebut, jadi saya mengantisipasinya,” tambahnya.
Yanto berharap, ada perbaikan secepatnya dari pemerintah Desa Bajo.
“Kemarin sudah ada bahan yang disediakan, tapi hanya akan ditambal, ini bisa membahayakan,” tuturnya.
“Semoga cepat dibenahi dan dilakukan perbaikan menyeluruh mengenai plat Deker tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bajo Alkam Narda membenarkan bahwa dirinya sudah menerima keluhan masyarakat soal plat deker yang berlubang.
Benar sekali, bahwasanya sudah banyak masyarakat yang mengeluh tentang lubang di jalan plat Deker tersebut, ungkapnya.
“Tentunya kami para aparat Desa Bajo sudah bertindak dengan menambal, tapi dengan pembicaraan dengan masyarakat, bahwa lubang tersebut harus diperbaiki secara menyeluruh,” sambung Alkam.
Alkam menjelaskan, bahwa plat deker tersebut masih menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.
“Sehingga untuk perbaikan maka harus koordinasi dengan pemerintah provinsi juga,” terangnya.
“Tapi kami sudah punya inisiatif lain melalui musyawarah desa bersama masyarakat, kami akan mengumpulkan anggaran bagi pengguna bentor untuk perbaikan plat deker tersebut,” tambahnya.
Alkam juga mengatakan, bahwa ia mengapresiasi penanaman pohon pisang tersebut sebagai tanda peringatan bagi pengguna jalan.
“Tentunya apresiasi lebih saya ucapkan kepada masyarakat, karena sudah memberi peringatan bagi orang lain dan juga kami para aparat desa, tentunya ini akan segera diperbaiki,” ucapnya.
Terakhir, Alkam berharap agar masyarakat bisa sabar menunggu proses perbaikan lubang tersebut.
“Saya harap masyarakat dapat bersabar menunggu perbaikan secara menyeluruh dan saya berharap tidak ada penggiringan pendapat, kami pasti akan segera melakukan perbaikan,” tutupnya.








