Zonaaktual.id, Jakarta – Rencana Badan Gizi Nasional (BGN) menggandeng Pemerintah India untuk memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memicu beragam reaksi di kalangan masyarakat.
Banyak warganet mempertanyakan alasan pemerintah memilih India sebagai mitra, mengingat beredarnya video di internet yang menampilkan pengolahan makanan di negara tersebut dinilai kurang higienis.
Kerja sama ini diumumkan usai kunjungan Kepala BGN Dadan Hindayana ke India, di mana pihak India disebut akan memberikan bimbingan teknis (technical assistance) dalam hal pengawasan, pendistribusian, serta peningkatan kualitas layanan makan bergizi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“India sudah berpengalaman menjalankan program makan bergizi bagi anak sekolah. Kita ingin belajar bagaimana mereka menjaga kualitas gizi sekaligus memperkuat sistem distribusi,” ujar Dadan, dikutip dari keterangan resmi BGN.
Namun, reaksi publik di media sosial justru menyoroti sisi lain dari kolaborasi tersebut. Banyak yang menilai pemerintah perlu lebih berhati-hati agar model India tidak diterapkan secara mentah di Indonesia.
“Kalau mau belajar sistemnya bagus, tapi jangan sampai cara masaknya ikut-ikutan,” tulis salah satu pengguna X yang ramai dibagikan ulang.
BGN menegaskan, kerja sama ini tidak menyangkut impor bahan pangan atau menu dari India, melainkan sebatas transfer pengetahuan tentang pengelolaan program berskala besar.
“Semua bahan makanan tetap dari produk lokal. India hanya menjadi mitra teknis,” tegas Dadan.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sendiri menjadi salah satu prioritas nasional untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah di seluruh Indonesia.
Meski begitu, perdebatan publik menunjukkan tingginya perhatian masyarakat terhadap standar kebersihan dan mutu gizi yang akan diterapkan pemerintah dalam pelaksanaan program ini.








