ERAPENA.COM- Secara Administratif, Pulau “Mohupomba” terletak di wilayah Desa Bajo, kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Gorontalo.
Pulau “Mohupomba” terbagi dua pulau yaitu pulau Mohupomba Da”a dan pulau “Mohupomba kiki”.
Dua sebutan pulau Mohupomba yaitu Mohupomba Da’a atau orang suku bajo menyebutnya Pulau “kaba’bagal” dalam bahasa indonesianya pulau kelelawar besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan Mohupomba kiki orang bajo menyebutnya Pulau “kaba’dikki” dalam bahasa indonesianya Pulau Kelelawar kecil.
Diketahui, Pulau Mohupomba Da’a memiliki luas kurang lebih 117 hektar.
Kevin Syairulah warga Desa Bajo mengatakan, Mohupomba da’a memiliki riwayat sejarah Bagi dua suku yang berbeda baik oleh suku Gorontalo maupun suku Bajo.
Kata Kevin, orang Gorontalo meyakini, konon di pulau ini dulu ditemukan seekor ular besar yang mati dan membusuk hingga sisa bangkainya habis bercampur dengan tanah (bolo yilohu loma’a) di pulau tersebut.
Sementara Bagi suku Bajo sejarah Pulau Mohupomba da’a tidak bisa dipisahkan dengan Pulau Mohupomba kiki, menurut warga Bajo kedua Pulau itu dulunya bersatu sebelum dipisahkan oleh prose geologi.
Diceritakan Kevin, Mohupomba da’a adalah tempat persinggahan suku Bajo ketika melaut. Dahulu tempat ini dijadikan tempat sementara untuk bermukim sebelum mereka kembali ke daratan.
Secara visual jelas terlihat pesisir Pulau ini dikelilingi oleh vegetasi hutan mangrove yang
cukup lebat dengan menyisakan bagian-bagian kecil tempat yang terbuka di daerah pantainya yang berpasir putih.
Di bagian tengah pulau terdapat kebun-kebun dengan tanaman musiman serta puluhan pohon kelapa yang ditanam masyarakat. Habitat terumbu karang dan lamun
tumbuh juga di perairan.
Tak hanya itu, pulau ini juga memiliki daya tarik tersendiri, pulau tersebut dihuni oleh koloni kelelawar yang jumlahnya cukup banyak.
Tak hanya kelelawar, lanjut Kevin, Habitat mangrove tumbuh baik terutama di bagian barat pulau, sementara di bagian timur pulau yang agak landai didominasi oleh vegetasi perdu.
“Adapun Jenis pohon mangrove yang tersebar di Pulau Mohupomba Da’a adalah Rhizophora sp., Sonneratia sp., Bruguiera sp., Ceriopstgal sp, Avicennia sp, dan Xylocarpus Coen. Keseluruhan jenis mangrove tersebar merata sehingga dominansi jenis mangrove dominansi jenis berada pada kategori rendah,” tutup Kevin.
Sementara itu, Penjabat Bupati Boalemo, Sherman Moridu mengatakan, pulau mohupomba tersebut pernah dikunjungi investor dari negara jepang.
“Saya pernah mengajak investor dari jepang, beliau melakukan diving, snorkeling disekitar Palau ini, sehingga dia mengatakan pulau ini sangat luar bisa” kata Penjabup Sherman.
Penjabup Sherman menyampaikan, Ke depan pihaknya akan menata pulau tersebut dan menjadikan destinasi wisata baru di kabupaten Boalemo.
“kesuksesan pariwisata itu terdapat pada 3 A yaitu Akses, Amenitas, dan Antraksi, Ketiganya ini masih menjadi PR kita, dimana akses kapal akan kami permudah, atraksi wisata akan kami kembangkan, dan amenitas akan kami sediakan. Kami ingin menjadikan lokasi ini sebagai wisata alternatif yang bisa diakses oleh masyarakat luas sehingga perputaran perekonomian di sini akan lebih maju,” pungkasnya.








