Zonaaktual.id, Boalemo – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus mendorong pengembangan komoditas lokal yang dinilai memiliki potensi ekonomi sekaligus mampu mendukung kelestarian lingkungan.
Salah satunya melalui penanaman Bambu Petung yang dirangkaikan dengan panen sapi potong di Desa Bongo IV, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo. Kegiatan tersebut memanfaatkan lahan sekitar dua hektare.
Agenda itu dihadiri Bupati Boalemo, Drs. Rum Pagau, jajaran Forkopimda serta Anggota DPR RI, Rachmat Gobel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Rum Pagau mengatakan, pengembangan Bambu Petung memiliki dua manfaat utama bagi Boalemo, yakni membantu menjaga kondisi lingkungan sekaligus membuka peluang pengembangan industri baru berbasis komoditas lokal.
“Pertama, untuk pelestarian lingkungan karena wilayah kita ini tergolong panas. Melalui tanaman bambu ini, kita bisa memperbaiki kondisi cuaca agar lebih sejuk. Kedua, untuk industri karena manfaatnya sangat besar dan banyak, bahkan bisa menggantikan peran kayu, papan hingga besi beton,” ujar Rum.
Menurutnya, pengembangan bambu tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Bambu yang dibudidayakan tersebut diproyeksikan menjadi bahan baku bagi industri pengolahan yang berorientasi ekspor.
Dengan adanya pasar industri, Rum menilai masyarakat memiliki peluang untuk memperoleh tambahan pendapatan dari komoditas tersebut.
Ia menjelaskan, secara perhitungan, satu hektare lahan dapat ditanami sekitar 400 pohon bambu yang kemudian berkembang menjadi rumpun.
Dari setiap rumpun, sekitar 30 persen dapat dipanen setiap tahun. Jika satu rumpun mampu menghasilkan sekitar 30 batang, maka terdapat sekitar sembilan hingga 10 batang yang berpotensi dipanen dari masing-masing rumpun.
Rum juga menyoroti nilai ekonomis bambu sebagai bahan alternatif dalam kebutuhan konstruksi. Menurutnya, penggunaan bambu berpotensi memberikan efisiensi dibandingkan material tertentu yang selama ini digunakan.
“Bambu hanya berkisar Rp50 ribu, bahkan bisa diolah hingga bernilai Rp13 ribu per bagian, sementara satu ujung besi beton mencapai Rp130 ribu,” jelasnya.
Ia menambahkan, bambu yang telah melalui proses pengolahan juga memiliki daya tahan yang tinggi ketika digunakan dalam konstruksi.
“Hematnya luar biasa dan ketahanannya bisa mencapai ratusan tahun di dalam beton,” tambah Rum.
Untuk memperkuat pengembangan komoditas tersebut, Pemerintah Kabupaten Boalemo mendorong Gerakan Sejuta Bambu sebagai gerakan jangka panjang yang melibatkan masyarakat.
Rum menyebutkan, pada tahun sebelumnya telah dilakukan penanaman sekitar 6.000 pohon bambu. Tahun ini jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 12.000 pohon.
Penanaman akan terus dikembangkan secara bertahap untuk memastikan ketersediaan bahan baku bagi industri sekaligus memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pemkab Boalemo berharap pengembangan Bambu Petung dapat menjadi salah satu komoditas unggulan daerah yang mampu menggabungkan kepentingan ekonomi masyarakat dengan upaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.








