Zonaaktual.id, Boalemo – Wakil Bupati Boalemo, Lahmudin Hambali, menegaskan pentingnya melindungi lahan pertanian berkelanjutan dari alih fungsi yang tidak terkendali.
Hal itu disampaikan Lahmudin dalam FGD pengelolaan aset lahan pertanian berkelanjutan melalui sistem usaha tani konservasi dan agroforestry di Desa Balate Jaya, Paguyaman.
Menurutnya, perlindungan lahan pertanian menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan pangan sekaligus mempertahankan keseimbangan lingkungan di daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lahan pertanian berkelanjutan harus kita lindungi dari alih fungsi lahan yang tidak terkendali guna menjamin kedaulatan pangan daerah,” ujar Lahmudin.
Ia menjelaskan, penerapan sistem konservasi dan agroforestry dapat menggabungkan fungsi ekonomi pertanian dengan fungsi ekologis untuk menjaga kesuburan tanah.
Lahmudin juga menyoroti pengelolaan lahan di kawasan dataran tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko erosi dan banjir apabila dilakukan tanpa memperhatikan prinsip konservasi.
“Banyak masyarakat mengelola lahan dataran tinggi tanpa menyadari dampaknya. Ketika terjadi erosi dan banjir, pemerintah yang disalahkan,” katanya.
Karena itu, ia mendorong adanya kesadaran bersama dalam mengelola lahan pertanian agar tetap produktif tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Lahmudin berharap FGD yang dilaksanakan Badan Pertanahan tersebut menghasilkan gagasan dan strategi yang tidak berhenti pada pembahasan, tetapi dapat diterapkan di lapangan.
“Mari kita memberikan masukan dan ide-ide, sehingga strategi yang kita susun dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan,” tutupnya.








