Zonaaktual.id, Gorontalo – Bupati Gorontalo Sofyan Puhi melepas anak penyu ke laut di Pantai Dulanga, Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung konservasi penyu sekaligus menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut di Kabupaten Gorontalo.
Dalam sambutannya, Sofyan mengajak masyarakat bersama-sama menjaga wilayah pesisir sebagai aset daerah yang memiliki potensi besar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sofyan mengatakan, Kabupaten Gorontalo memiliki wilayah pantai yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Batudaa Pantai, Biluhu dan Bilato.
“Dari 19 kecamatan, tinggal tiga kecamatan yang punya pantai. Ada Batudaa Pantai, Biluhu dan Bilato,” kata Sofyan.
Menurutnya, wilayah pesisir Kabupaten Gorontalo memiliki panjang sekitar 76 kilometer dengan puluhan desa yang berada di kawasan pesisir.
Ia menyebut wilayah pantai merupakan aset besar yang harus dirawat bersama, terlebih sebagian wilayah pantai Kabupaten Gorontalo telah berkurang setelah adanya pemekaran daerah.
“Olehnya itu, dari panjang pantai ini, mari kita rawat dengan baik,” ujarnya.
Sofyan mengatakan, menjaga laut tidak membutuhkan perlakuan seperti sektor pertanian yang harus melalui proses menanam dan merawat.
“Pertanian kita harus menanam, merawat dan seterusnya. Kalau ini kita tidak perlu menanam lagi, tinggal kita menjaga,” katanya.
Terkait pelepasan penyu, Sofyan menilai kembalinya penyu ke Pantai Dulanga menjadi salah satu tanda bahwa kondisi lingkungan pesisir di kawasan tersebut masih layak sebagai habitat.
Ia mengatakan, penyu sebelumnya kerap datang ke kawasan Pantai Dulanga. Namun, keberadaannya sempat menghilang akibat kondisi lingkungan dan aktivitas manusia.
Kini, seekor penyu kembali datang dan bertelur di kawasan tersebut. Telur-telur penyu kemudian dijaga masyarakat hingga menetas sebelum anak penyu dilepas kembali ke laut.
“Ketika penyu ini balik lagi ke sini, itu pertanda bahwa lingkungan kita sudah layak untuk dia hidup. Kalau dia menjauh, berarti lingkungan ini tidak layak untuk dia,” ungkapnya.
Sofyan berharap keberadaan penyu dapat terus dijaga sehingga Pantai Dulanga tetap menjadi habitat satwa laut sekaligus memiliki potensi wisata yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Mari kita jaga kelestariannya. Ini potensi yang sangat luar biasa dan sudah langka,” katanya.
Kegiatan tersebut turut dirangkaikan dengan aksi bersih-bersih sepanjang Pantai Dulanga yang melibatkan siswa-siswi Saka Bahari Kabupaten Gorontalo.
Selain itu, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi seluruh nelayan kecil untuk membahas rekomendasi terkait kebutuhan BBM jenis Pertalite bagi nelayan.
Sofyan turut mengapresiasi keterlibatan masyarakat, kelompok sadar wisata, komunitas nelayan dan Saka Bahari dalam menjaga kawasan pesisir.
“Lingkungan, khususnya laut ini, mari kita jaga agar menjadi aset kita ke depan. Mari kita jaga dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Gorontalo Tonny Junus, Sekda Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur, Asisten II, anggota DPRD Kabupaten Gorontalo Jayusdi Rivai dan Muhlis Panai, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Editor : Moh. Nawir








