Zonaaktual.id, Pohuwato — Kunjungan kerja Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Provinsi Gorontalo ke SMA Negeri 1 Buntulia, Kabupaten Pohuwato, pada Sabtu (12/4/2025), membuka mata akan kondisi memprihatinkan fasilitas pendidikan di daerah.
Dalam agenda evaluasi kinerja Gubernur, para legislator mendapati berbagai persoalan sarana dan prasarana (sarpras) yang dinilai menghambat proses belajar-mengajar.
Ketua Pansus, Yeyen Sidiki, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi bangunan sekolah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Salah satu ruang kelas terpaksa dikosongkan karena mengalami kerusakan struktural serius yang membahayakan keselamatan siswa.
“Ini sangat memprihatinkan. Tiang penyangga ruang kelas itu sudah rusak parah dan berpotensi roboh. Ini harus segera ditindaklanjuti,” tegas Yeyen Sidiki.
Tak hanya itu, sekolah juga belum memiliki aula dan pagar sebagai fasilitas penunjang keamanan dan kenyamanan.
Hal ini menjadi catatan penting bagi Pansus dalam menyusun rekomendasi terhadap pemerintah provinsi.
Yeyen juga menyinggung adanya Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang menjerat salah satu guru, dan mengingatkan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan.
“Jangan sampai ada lagi kasus-kasus TGR di sekolah. Semua harus bekerja secara transparan dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pansus akan menindaklanjuti temuan di SMAN 1 Buntulia ini dan menjadikannya bagian dari rekomendasi resmi kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo.
“Kami akan mendorong agar sekolah-sekolah seperti ini mendapat perhatian lebih, karena pendidikan adalah investasi masa depan,” tutup Yeyen.








