Zonaaktual.id, Gorontalo – Pilihan untuk memaafkan akhirnya diambil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo, Mikson Yapanto, dalam menyikapi persoalan yang sempat mencuat beberapa waktu lalu.
Dengan mengedepankan hati nurani dan nilai kemanusiaan, Mikson secara resmi memilih menyelesaikan persoalan tersebut melalui jalan damai dan kekeluargaan.
Keputusan itu diambil pada Selasa, 16 Desember 2025, di Polda Gorontalo, setelah seluruh pihak sepakat menutup lembaran konflik dan membuka ruang silaturahmi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini lahir dari perenungan panjang, terutama setelah Mikson didatangi para istri dari pihak penambang bersama sejumlah tokoh masyarakat Bone Bolango yang datang menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Pertemuan tersebut berlangsung sederhana namun sarat makna. Kehadiran para ibu yang datang dengan kerendahan hati, membawa harapan agar persoalan tidak berlarut, menyentuh sisi terdalam Mikson sebagai sesama manusia.
Ia mengaku tak kuasa menahan rasa iba melihat kondisi keluarga yang menggantungkan hidup pada para pencari nafkah.
“Saya melihat mereka datang sebagai istri dan ibu, bukan untuk membela kesalahan, tetapi untuk memohon dengan tulus. Sebagai manusia, hati saya tersentuh. Setelah berdiskusi dengan keluarga, termasuk istri, saya memilih untuk memaafkan,” ujar Mikson.
Ia menegaskan bahwa pilihan tersebut bukan berarti mengabaikan aturan.
Menurutnya, para penambang tetap merupakan bagian dari masyarakat yang perlu dibina dan diingatkan agar tidak terjerumus pada persoalan yang lebih besar di kemudian hari.
“Mereka tetap rakyat. Pendekatan kemanusiaan penting agar ada kesadaran bersama. Tujuan utamanya bukan menghukum, tetapi mencegah agar persoalan serupa tidak terulang,” katanya.
Proses penyelesaian berlangsung dalam suasana kondusif dan penuh keakraban. Dalam pertemuan tersebut, Mikson kembali menegaskan bahwa langkah pengawasan yang selama ini ia lakukan semata-mata merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa peringatan yang disampaikannya selama ini dimaksudkan sebagai upaya pencegahan, agar dampak lingkungan dan sosial yang lebih luas dapat dihindari.
“Selama peringatan datang dari manusia, masih ada ruang untuk memperbaiki. Kalau sudah datang dari alam, dampaknya jauh lebih besar dan sulit dikendalikan,” ucapnya.
Dalam kesempatan itu, Mikson juga bertatap muka langsung dengan para penambang yang terlibat.
Hadir pula tokoh masyarakat Bone Bolango, Kris Wartabone, yang menjadi saksi dan penengah dalam proses perdamaian tersebut.
“Kami berterima kasih atas kebesaran hati Pak Mikson Yapanto. Semoga ini menjadi pelajaran bersama dan silaturahmi tetap terjaga,” ujar Kris Wartabone.
Sementara itu, tokoh nasional asal Gorontalo, Rachmat Gobel, turut menyampaikan pandangannya.
Ia menekankan pentingnya menjaga suasana daerah agar tetap teduh, damai, dan kondusif demi keberlangsungan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Gorontalo harus kita jaga bersama agar tetap aman dan damai. Dengan begitu, iklim pembangunan dan investasi bisa berjalan dengan baik,” kata Rachmat Gobel.
Penyelesaian ini diharapkan menjadi cerminan bahwa dialog, empati, dan hati nurani masih menjadi jalan terbaik dalam merawat kedamaian dan keharmonisan di tengah masyarakat Gorontalo. (*)








