ZONA AKTUAL – Judi online terus menunjukkan dampaknya yang merusak di berbagai lapisan masyarakat.
Dari pejabat desa, selebritas, hingga keluarga biasa semua bisa jadi korban jerat digital yang satu ini.
Berikut sejumlah kasus besar yang sempat menghebohkan publik:
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Habiskan Dana untuk Judi
Seorang kepala desa di Sumatera Utara terciduk menggelapkan ratusan juta rupiah dana desa untuk bermain judi online melalui situs seperti GF777 dan RGO Casino.
Uang yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan pelayanan masyarakat justru habis di meja digital.
Selebritas Promosikan Situs Judi
Sebanyak 26 selebritas dan influencer dilaporkan ke Bareskrim karena diduga mempromosikan situs judi online melalui media sosial.
Salah satu yang ramai dibicarakan adalah artis Wulan Guritno, yang video promosinya viral dan menuai kecaman warganet.
Judi Online Picu Perceraian dan KDRT
Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat 1.572 kasus perceraian sepanjang 2023 terjadi karena kecanduan judi online.
Bahkan, KemenPPPA menerima enam laporan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) akibat pasangan yang terus-menerus menghamburkan uang keluarga untuk bermain slot.
Remaja Jadi Target Pasar
PPATK mengungkap bahwa sekitar 197 ribu remaja usia 11 hingga 19 tahun terlibat dalam transaksi judi online sepanjang 2024, dengan total nilai mencapai Rp293 miliar.
Fenomena ini menunjukkan betapa bahayanya akses judi digital yang mudah melalui ponsel dan media sosial.
Korban Bunuh Diri karena Terjerat Judi
Beberapa kasus bunuh diri mencuat akibat tekanan utang judi. Di Papua, Letnan Satu Laut Eko Damara ditemukan tewas karena terlilit utang judi hingga Rp819 juta.
Di Bogor, seorang prajurit muda Kostrad juga ditemukan gantung diri setelah mengalami kekalahan terus-menerus di situs judi daring.
Catatan Redaksi:
Judi online bukan hanya ancaman digital, tapi juga bencana sosial. Waspadai lingkupnya, awasi keluarga, dan jangan segan mencari bantuan jika sudah terjerat.








