Zonaaktual.id, Boalemo — Kondisi memprihatinkan kembali ditemukan pada infrastruktur pendidikan di Kabupaten Boalemo.
Setelah sebelumnya kerusakan bangunan terjadi di SMP Negeri 3 Mananggu, kini masalah serupa terungkap di SMP Negeri 10 dan SMP Negeri 12 Paguyaman.
Dua bangunan laboratorium komputer di sekolah tersebut dilaporkan tidak dapat dimanfaatkan karena mengalami kerusakan, padahal bangunan ini tergolong baru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Akibatnya, fasilitas yang seharusnya menunjang pembelajaran berbasis teknologi justru tidak bisa digunakan oleh siswa.
Kasus ini mencuat setelah pihak sekolah melaporkan kondisi bangunan kepada Pemerintah Daerah.
Temuan ini sekaligus memperkuat dugaan lemahnya kualitas pekerjaan proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023.
Mendapat laporan tersebut, Bupati Boalemo Drs. H. Rum Pagau langsung bereaksi.
Ia memerintahkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boalemo untuk segera memanggil kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut, guna dimintai pertanggungjawaban.
“Bangunan ini dibuat untuk kepentingan pendidikan anak-anak, bukan untuk dikerjakan asal-asalan. Kontraktor harus bertanggung jawab atas pekerjaan yang tidak sesuai,” tegas Rum Pagau kepada awak media, Selasa (06/01).
Bupati menilai, kerusakan fasilitas laboratorium komputer ini sangat merugikan dunia pendidikan.
Di saat pemerintah mendorong digitalisasi pembelajaran, justru siswa di wilayah Paguyaman tidak bisa menikmati fasilitas laboratorium karena bangunan rusak.
Rum Pagau juga menegaskan bahwa Pemerintah Daerah tidak akan memberikan toleransi terhadap pihak yang bekerja tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.
“Saya berharap kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ini harus menjadi pelajaran bagi kontraktor lainnya agar bekerja sesuai aturan dan spesifikasi,” tandasnya.
Diketahui, pembangunan laboratorium komputer di SMP Negeri 10 dan SMP Negeri 12 Paguyaman ini menelan anggaran lebih dari Rp1 miliar, bersumber dari DAK Tahun 2023.
Proyek tersebut dikerjakan sejak Agustus hingga Desember 2023, dan diserahkan ke pihak sekolah pada tahun 2024.
Saat ini, Pemerintah Kabupaten Boalemo masih menunggu tindak lanjut dari pihak kontraktor terkait perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan tersebut.








