Zonaaktual.id – Komisi II DPRD Provinsi Gorontalo memastikan aktivitas ekspor wood pellet di perairan Popayato tidak mengganggu wilayah tangkap gurita milik nelayan Desa Torosiaje, Kecamatan Popayato, Kabupaten Pohuwato.
Kepastian itu disampaikan usai kunjungan lapangan yang dilakukan pada Sabtu (5/7/2025), menyusul laporan Forest Watch Indonesia (FWI) terkait potensi gangguan terhadap ekosistem laut di wilayah tersebut.
Rombongan DPRD dipimpin Wakil Ketua DPRD Ridwan Monoarfa, Ketua Komisi II Mikson Yapanto, dan anggota dapil Pohuwato–Boalemo, Limonu Hippy.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Mereka didampingi jajaran sekretariat dewan, aktivis lingkungan, serta pemerhati konservasi pesisir.
Dalam pertemuan dengan nelayan, diketahui bahwa pelabuhan bongkar muat wood pellet berada cukup jauh dari zona tangkap gurita.
“Saya melaut setiap hari, dan tahu persis wilayah tangkap kami. Sampai sekarang tidak ada gangguan terhadap habitat maupun hasil tangkapan gurita,” kata Jakson Sompa, nelayan sekaligus pemerhati lingkungan dari Desa Torosiaje.
Senada dengan itu, Husain Onte dari komunitas pengumpul gurita juga menyebut aktivitas kapal kini tak lagi mengganggu.
“Memang sempat dekat dengan area tangkap, tapi sekarang sudah jauh. Tangkapan kami juga masih normal,” ungkapnya.
Ketua Komisi II, Mikson Yapanto menegaskan DPRD akan terus melakukan pengawasan.
“Kami juga akan memantau langsung ke pabrik wood pellet yang letaknya sekitar 30 kilometer dari pemukiman. Kami ingin pastikan prosesnya tidak merusak lingkungan,” jelasnya.
Ia menambahkan, investasi harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan demi kesejahteraan masyarakat. (*)








