Zonaaktual.id, Boalemo — Polres Boalemo terus mematangkan kesiapsiagaan personel melalui latihan Pengendalian Massa (Dalmas) yang dilaksanakan secara rutin guna menghadapi potensi aksi unjuk rasa di wilayah Kabupaten Boalemo.
Di bawah kepemimpinan Kapolres Boalemo AKBP Sigit Rahayudi, latihan ini tidak hanya berfokus pada kesiapan teknis di lapangan, tetapi juga menekankan pendekatan humanis dalam setiap pengamanan aksi masyarakat.
Kapolres Boalemo AKBP Sigit Rahayudi menegaskan bahwa seluruh personel wajib mengedepankan sikap profesional, persuasif, serta menghindari tindakan kekerasan dalam menghadapi massa aksi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Latihan ini bertujuan agar anggota tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga mampu mengendalikan situasi dengan cara yang humanis dan tetap menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, intensitas latihan Dalmas disesuaikan dengan kondisi yang berkembang.
Dalam situasi tertentu, latihan dapat digelar hingga tiga kali dalam sebulan, terutama saat terdapat agenda besar yang berpotensi memicu aksi unjuk rasa.
Jika situasi semakin kompleks, latihan bahkan ditingkatkan menjadi satu kali dalam sepekan. Sementara dalam kondisi relatif aman, kegiatan tetap dilaksanakan secara berkala, mulai dari dua minggu sekali hingga tiga minggu sekali.
Meski kondisi wilayah terbilang kondusif, latihan tetap dijalankan guna menjaga kesiapan fisik dan mental personel agar tetap prima dalam menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.
“Kami ingin memastikan seluruh anggota selalu siap. Ketika terjadi aksi, personel sudah terlatih, sigap, dan mampu menjaga situasi tetap kondusif,” tambahnya.
Penulis menilai bahwa di balik tugas pengamanan, setiap anggota kepolisian juga merupakan manusia yang memiliki batas kemampuan.
Dalam kondisi yang membahayakan keselamatan diri, aparat tetap memiliki hak untuk melakukan pembelaan diri secara terukur dan sesuai prosedur.
Dengan kesiapan yang terus diasah, Polres Boalemo berkomitmen menjaga stabilitas keamanan daerah secara profesional dan humanis, sehingga setiap dinamika masyarakat dapat dikelola tanpa menimbulkan konflik.








