Zonaaktual.id, Internasional – Seorang pemimpin tinggi Hamas dilaporkan tewas dalam serangan rudal yang dilakukan oleh Israel saat sedang melaksanakan shalat.
Insiden ini menjadi bagian dari eskalasi konflik yang semakin memanas antara Israel dan kelompok perlawanan Palestina.
Kronologi Serangan
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan laporan dari CNBC Indonesia dan sumber-sumber lainnya, pemimpin Hamas tersebut tengah berada di lokasi ibadah ketika serangan rudal dilancarkan.
Serangan ini terjadi secara tiba-tiba, menyasar lokasi yang diduga menjadi tempat persembunyian tokoh penting Hamas.
Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa ledakan tersebut menghancurkan sebagian besar bangunan dan menyebabkan korban jiwa lainnya.
Garda Revolusi Iran (IRGC) mengonfirmasi bahwa pemimpin Hamas dan beberapa pengawal tewas dalam serangan tersebut.
Pihak Hamas mengecam keras tindakan ini dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang dilakukan oleh Israel.
Israel Akui Tanggung Jawab
Laporan lain menyebutkan bahwa Israel mengonfirmasi keterlibatannya dalam serangan ini.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi Israel untuk melemahkan infrastruktur Hamas dan memastikan keamanan negaranya.
Israel juga menegaskan bahwa mereka tidak akan ragu untuk menargetkan pemimpin kelompok perlawanan lainnya jika dianggap sebagai ancaman.
Dampak dan Reaksi Dunia
Serangan ini menambah daftar panjang pemimpin Hamas yang tewas akibat operasi militer Israel.
Sebelumnya, pada tahun 2004, pendiri Hamas Sheikh Ahmed Yassin juga tewas dalam serangan udara Israel di Gaza saat keluar dari masjid setelah melaksanakan shalat subuh.
Beberapa negara, termasuk Iran dan Turki, mengecam keras tindakan ini dan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional.
Organisasi hak asasi manusia juga menyuarakan keprihatinan terhadap meningkatnya ketegangan di Timur Tengah serta dampaknya terhadap warga sipil.
Kesimpulan
Tewasnya pemimpin Hamas dalam serangan rudal Israel ini diprediksi akan memperburuk konflik yang telah berlangsung lama.
Hamas kemungkinan akan membalas serangan ini, yang bisa berujung pada eskalasi kekerasan lebih lanjut di wilayah tersebut.
Sementara itu, komunitas internasional dihadapkan pada tantangan besar untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi damai bagi konflik yang terus berlarut-larut. (*)








