ZonaAktual.id — Tiga fasilitas nuklir utama milik Iran dihantam serangan udara Amerika Serikat, dan kini dunia bisa melihat langsung efeknya melalui citra satelit yang dirilis ke publik.
Serangan yang disebut sebagai “paling presisi dalam sejarah modern” ini menyasar situs Fordow, Natanz, dan Isfahan tiga lokasi yang menjadi tulang punggung program nuklir Teheran.
Dari udara, kerusakan di kompleks bawah tanah Fordow tampak jelas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kawah besar menganga di bukit penutup fasilitas itu menjadi bukti betapa dalamnya bom bunker-buster GBU-57 menembus bumi.
Serangan ini diyakini dilakukan oleh pesawat siluman B-2 Spirit, didukung rudal Tomahawk dari kapal perang AS yang siaga di Teluk Persia.
Natanz, lokasi sentrifugal uranium yang sangat dijaga ketat, tak luput dari hantaman.
Beberapa struktur utama mengalami kehancuran, dengan jaringan listrik di sekitarnya terlihat lumpuh.
Sementara di Isfahan, salah satu pintu masuk ke terowongan bawah tanah dilaporkan hancur total menyiratkan bahwa sasaran serangan memang dipilih dengan sangat teliti.
Presiden AS saat itu, Donald Trump, secara terbuka menyebut operasi ini sebagai langkah “pencegahan luar biasa” terhadap program nuklir Iran.
Ia menyatakan bahwa operasi bertajuk Midnight Hammer ini dilakukan tanpa korban sipil dan berhasil melumpuhkan potensi ancaman senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.
Namun di sisi lain, pemerintah Iran melalui kantor berita IRNA membantah klaim kehancuran besar.
Mereka menegaskan tidak ada kebocoran radiasi, dan sebagian besar bahan sensitif telah dipindahkan sebelum serangan terjadi.
Iran juga menyatakan haknya untuk mempertahankan diri dan mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran hukum internasional.
Ketegangan pun meningkat. Banyak pihak khawatir bahwa serangan ini bisa memicu konflik skala besar di Timur Tengah, bahkan mengundang aksi balasan ke negara-negara sekutu AS seperti Israel.
Sementara itu, para analis internasional masih terus meneliti gambar-gambar satelit untuk mengonfirmasi seberapa parah sebenarnya dampak serangan ini. Yang pasti, dunia kini menyaksikan babak baru dalam ketegangan nuklir global dan Iran, lagi-lagi, menjadi pusat pusaran konflik.








