Zonaaktual.id, Boalemo – Pemerintah Kabupaten Boalemo terus memperkuat arah kebijakan pembangunan daerah berbasis kependudukan.
Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali, saat membuka Workshop Penguatan Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) Kabupaten Boalemo Tahun 2026 di Cabana Resort and Resto, Bolihutuo, Kamis (25/6).
Agenda strategis yang dihadiri perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo, akademisi, tim ahli, serta pimpinan perangkat daerah ini digelar untuk menyelaraskan program kependudukan ke dalam dokumen perencanaan daerah secara menyeluruh.
Dalam pengarahannya, Wabup Lahmuddin Hambali menegaskan bahwa masyarakat harus diposisikan sebagai subjek sekaligus tujuan utama dari setiap regulasi yang digulirkan pemerintah.
“Seluruh perencanaan, pengalokasian anggaran, dan kebijakan yang ditetapkan pada akhirnya wajib bermuara pada peningkatan taraf hidup dan kualitas masyarakat,” ujar Lahmuddin Hambali.
Ia menandaskan bahwa urusan kependudukan tidak bisa dibebankan kepada satu dinas saja. Penanganan isu strategis seperti stunting, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, hingga ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang padu.
“Bonus demografi yang kita hadapi saat ini harus mampu dikelola menjadi peluang emas. Persiapan sumber daya manusia yang handal melalui akses pendidikan, kesehatan, dan keterampilan kerja menjadi kunci utamanya,” jelasnya.
Melalui perumusan PJPK 2026 ini, Pemkab Boalemo menargetkan lahirnya dokumen perencanaan yang responsif, tepat sasaran, serta mampu menghasilkan rekomendasi konkret demi mewujudkan masyarakat Boalemo yang produktif dan berdaya saing.