Zonaaktual.id, Boalemo – Kapolres Boalemo AKBP Firman Taufik, S.I.K., menyambangi masyarakat Desa Saritani, Kecamatan Wonosari, Rabu (4/11/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan melalui program Polisi Bersama Masyarakat sebagai upaya memperkuat hubungan kepolisian dengan warga sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kegiatan yang berlangsung di Dusun SP 1 sekitar pukul 13.50 WITA itu menjadi ruang dialog antara kepolisian dan masyarakat untuk menyerap aspirasi, kritik, saran, serta informasi mengenai berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan desa.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Boalemo didampingi Kasat Intelkam Iptu Maman Datau, S.H., Kasat Reskrim Iptu Nurwahid Kiay Demak, S.H., Kapolsek Wonosari Iptu Jirzy Chaerul Fuady, S.Tr.K., M.Si., Wakapolsek Wonosari Iptu Suryadi, serta Kepala Dusun Tangga 1 Desa Saritani, Arlin Bapina.
Di hadapan masyarakat, AKBP Firman Taufik memberikan penegasan terkait aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang marak di kawasan hutan Kabupaten Boalemo, khususnya wilayah yang memiliki akses masuk melalui Desa Saritani.
“Untuk kegiatan pertambangan ilegal yang marak di kawasan hutan wilayah Kabupaten Boalemo, khususnya yang akses masuknya melalui Desa Saritani, agar dihentikan. Apabila kami temukan, akan diproses sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” tegas Firman.
Ia juga meminta masyarakat agar tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya alat berat jenis excavator yang melintas di Desa Saritani dan diduga akan digunakan untuk aktivitas pertambangan ilegal.
“Apabila masyarakat melihat atau mengetahui ada alat berat jenis excavator yang melintas di Desa Saritani dan diduga akan melakukan pertambangan ilegal, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.
Selain persoalan PETI, Kapolres Boalemo turut mengingatkan masyarakat agar menjauhi minuman keras dan narkoba.
Menurutnya, kedua hal tersebut dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan pribadi maupun lingkungan masyarakat.
“Jangan mengonsumsi minuman keras maupun narkoba karena dampaknya sangat buruk bagi diri sendiri. Apabila kami menemukan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba, akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tambahnya.
Di sisi lain, masyarakat Desa Saritani menyampaikan apresiasi kepada jajaran Polres Boalemo atas langkah tegas dalam menangani aktivitas pertambangan ilegal.
Namun, dalam dialog itu masyarakat juga menyampaikan sejumlah aspirasi mengenai kebutuhan pembangunan infrastruktur, terutama akses jalan menuju beberapa dusun dan jembatan yang menghubungkan pusat Kecamatan Wonosari dengan pusat Desa Saritani.
Warga menjelaskan, ketika curah hujan tinggi, akses keluar masuk Desa Saritani kerap terputus karena jembatan lama terendam akibat tingginya debit air sungai.
Kondisi tersebut membuat mobilitas masyarakat terganggu, sehingga pembangunan jembatan baru menjadi salah satu kebutuhan yang sangat diharapkan warga.
Masyarakat pun berharap Kapolres Boalemo dapat membantu menyampaikan aspirasi tersebut kepada pemerintah maupun instansi berkompeten agar kebutuhan pembangunan jalan dan jembatan di Desa Saritani mendapat perhatian lebih lanjut.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, dalam kegiatan tersebut Kapolres Boalemo juga menyerahkan bantuan tali asih berupa 180 kilogram beras kepada masyarakat yang membutuhkan.
Program Polisi Bersama Masyarakat ini menjadi bagian dari upaya Polres Boalemo untuk membangun kemitraan dengan masyarakat, memperkuat sinergi bersama pemerintah desa, serta mendorong terciptanya lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba.
Kegiatan yang berakhir sekitar pukul 15.20 WITA tersebut berlangsung aman dan lancar serta mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Saritani.








